Ai Sure Saya salut dan terharu banget Coz…


Ai! Sure. Saya salut dan terharu banget. Coz, baru saja saya bertemu teman baru. Teman yang awalnya sudah menjadi teman dalam perjalananku melanjutkan langkah. Termasuk yang begitu loyal dalam mengantarku pulang kemudian pergi dari beraktivitas. Ya, ini berlangsung hampir setiap hari. Namun, kali ini ada keunikan. Betapa terharunya saya dengan kesyahduan yang hadir tanpa alasan ini. Karena saya merasakan kebahagiaan nan dahsyat. Sejenis terpana dan terpesona alias pangling gitu deh, pokoknya. Hingga akhirnya, meneteslah airmata ini, membanjiri jiwa. Sampai hangat ini melingkupinya untuk beberapa lama.

***

Saya mensenyumi saya ini. Yang pernah bahkan menjadi guyonan teman-teman. Ketika beliau berhasil mendeteksi, ternyata saya sedang mengantongi pulpen dan buku. Meski kita mau berangkat ke tempat rekreasi sekalipun. Hahaa… Saya tertawa, bersama beliau. Atas segala yang nyata.

***

Saya terharu. Karena ini adalah pengalaman perdana. Ketika saya menyaksikan seorang supir angkot meraih sebuah pulpen dari dalam kotak rahasia di depan beliau. Ya, karena kebetulan dan ternyata, dalam perjalanan kali ini, saya telah memilih duduk di depan. Di samping sang supir yang sedang menyetir. Nah, uniknya (bagi saya, specially) beliau sedang menulis, kini. Meski di secarik kertas kecil. Saat saya sempatkan melirik, kertas tersebut adalah bukti parkir. Pink warnanya. Ya, saya kenal betul dengan lembar kertas tersebut. Karena memang, saya sering banget dikasih lembar sejenis oleh Bapak Aim dan Bapak Odik. Ketika beliau pulang dari bepergian. Lalu saya menukarnya dengan lembaran kertas berharga. Umumnya, harga selembar kertas tersebut adalah seribu rupiah saja. Lalu saya mencatatnya atas nama ‘bon parkir’ pada kertas kerja.

Aaaaa…
Bbbbb…
Ccccc…
Tiga baris susunan abjad ter-awal telah saya susun. Namun lain pula dengan sang supir yang sedang menulis di samping saya. Beliau sedang menulis susunan angka-angka gitu. Yes! Selesai. Lalu beliau menyerahkan lembar bertulisan angka tersebut pada seorang pemuda yang sedang berdiri di samping kanan, di luar. Setelah bertransaksi, dua sahabat (supir dan pemuda) pun berpisah. Untuk selanjutnya, angkot pun melaju dengan anggun. Mengantarkan saya dan para penumpang lainnya ke tempat tujuan kami.

@supir aja bawa pulpen, trus kalau mau nulis, beliau tinggal pake. Engga perlu minjem. Wahai… saya saluuut, 😀

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s