Dan ternyata lagi dalam perjalanan pulang kali ini…


Dan ternyata lagi, dalam perjalanan pulang kali ini, saya memilih duduk di depan. Lagi. Di samping bapak supir. GyaHahayy… Bahagianya saya dengan semua ini. Di sepanjang perjalanan, kita ngobrol-ngobrol gitu. Beliau berusia lebih dari 56 tahun. Orangnya super baik. Hal ini dapat saya tangkap dari nada bicara beliau yang bertabur nasihat.

Diantara nasihat yang beliau titipkan adalah:

1. Jujur
2. Ingat kematian. Kita hidup di dunia tidak selamanya.
3. Merasakan pedih dan getir dalam berjuang? Ga pa pa, Neng. Bapak dulu juga gitu. Ingat peribahasa mengatakan, “Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian.” Jangan maunya enak duluan. Nikmati dulu masa yang penuh perjuangan, dengan segala pesannya.
4. Pinter-pinter membagi waktu. Jangan belajar doang. Karena mau pinter. Tapi sesekali, refreshing-lah. Jalan-jalan, ngumpul, dan bergaul. Namun ingat, pesan bapak, “Bergaul dengan laki-laki, jaga banget. Sama yang bener aja.”
5. Tentang rezeki? Yakinlah. Sepanjang kita rajin berusaha dan berdo’a, ia terus mengalir. Tidak akan pernah tertukar. Bagian kita, akan kita terima pada masa yang terbaik.

“Tentang poin ke-5, saya tersenyum menghayati. Dan ini langsung terbukti. Ya, ketika si bapak diajak balapan oleh seorang pemuda (supir yang lain). Eits! Beliau malah menolak. Kemudian, beliau pun mengemudi dengan tenang. Nah, di sepanjang perjalanan itu pula, para penumpang turun naik silih berganti. Ketika ada yang turun, karena sudah sampai. Maka penumpang yang berikutnya pun sedang menanti beliau. Wah! Sepanjang jalan, ada aja rezeki si bapak. Dan beliau mengumpulkannya satu persatu. Ia berwujud rupiah demi rupiah yang penumpang bayarkan. Hal tersebut beliau jalani sambil terus menebar nasihat pada saya yang sedang duduk manis di samping beliau.”

Jarak perjalanan yang kurang dari se-jam tersebut, sungguh bermakna. Saya terharu lagi. Ketika ternyata, saya sudah hendak turun. Nah, pada saat saya benar-benar sudah sampai di tujuan, saya menyempatkan berpaling ke arah belakang. Di mana penumpang yang lainnya sedang berbaris dan duduk dengan rapi. Subhanallah, ternyata hampir penuh.

Lalu, saya pamitan pada bapak supir seraya menitipi beliau dengan beberapa lembar ribuan. Terima kasih atas segala yang segera saya bawa. Nasihat. Ia benar-benar mahal. Namun kali ini, saya memperolehnya tanpa biaya.

“Rezeki kita Allah Yang Ngatur. Kita hanya perlu berusaha dan berdo’a. Untuk mendapatkannya. Lalu sempurnakan ia dengan tawakkal,” kata-kata beliau kembali terngiang.

@jalani hidup dengan benar, yaa 😉

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s