Kecanggihan teknologi membuat kita terasa lebih dimanjakan Bagaimana…


Kecanggihan teknologi, membuat kita terasa lebih dimanjakan. Bagaimana tidak? Hanya dengan terkoneksi pada jaringan internet. Maka kita dapat melakukan apapun yang kita mau. Lalu, bersamanya pula, kita dengan mudahnya dapat menyapa banyak penduduk dunia maya. Yang aslinya, beliau ada di alam nyata. Ya, sama seperti kita, yang ada ini.

Di alam maya, kita dapat belajar banyak hal. Seperti halnya dunia nyata. Salah satu contohnya adalah, kita dapat menulis diari di sini. Atau yang lebih semangat saat kita membacanya dengan nama catatan harian. Ia dapat berbentuk susunan rencana, pesan-pesan, kesan dan harapan, maupun rangkaian kata yang lainnya. Seperti; menulis surat, merangkai puisi, menggubah lirik lagu, membuat cerpen, novel, mengisi jurnal, dan lain-lain. Selain itu, kita juga dapat mengekspresikan perasaan yang kita alami. Hal yang terakhir ini, dapat kita sampaikan dalam bahasa tulisan, berbentuk video, hasil rekaman, maupun berupa gambar saja. Terserah kita, mau memakai yang mana. Karena kita sangat bebas dalam mengekspresikan semua itu. Dengan demikian, ia dapat menjadi jalan bagi kita dalam upaya mengenal, siapa sih, kita ini? Makanya, dengan berekspresi sedemikian rupa. Maka kita dapat merasakan kehidupan ini menjadi lebih hidup.

Ada banyak orang yang bereksis ria di dunia maya. Engkau, dia, mereka, beliau, semuanya pun tidak mau ketinggalan. Termasuk saya, pun begitu. Hahaaa 😀 Melanglangbuana di dunia maya? Sudah bisa dan biasa, kan? Intinya, memang begitu. Lalu, ada satu pertanyaan penting, dari saya, buat apa semua ini?

Sesungguhnya, masing-masing kita memiliki alasan tersendiri. Mengapa kita ada di sini. Termasuk saya. Saya juga mempunyai alasan yang kuat. Sampai akhirnya, hingga detik ini, kita jumpa di sini. Wahai…Senangnyaaa.. Bahagia terasa melingkupi jiwa. Ketika saya menyadari. Bahwa kita ada untuk berbagi pada dunia. Dan ternyata, salah satu cara yang dapat kita lakukan agar kita mampu menyapa dunia? Adalah dengan menulis. Ya, sure. Buktinya, meski saat ini kita belum bertatap mata. Namun, saya merasakan sahabat di sana, sedang menatapku. Ai! Saya berbunga-bunga saat ini juga, karena ada orang baik di hadapan. Terima kasih ya… Oia, siapakah engkau yang sesungguhnya?

Adapun alasan, mengapa saya menata bahasa dalam rangkaian kata-kata, saat ini? Adalah untuk melanjutkan langkah. Ai! Saya mau kemana? Ada dech… 😉

Cinta…
Saya mengenal kata ini, semenjak beberapa tahun yang lalu. Ya, beberapa tahun setelah saya melewati usia tujuh belas tahun. Dan yang saya tahu pasti, semua bermula ketika saya mengagumi lawan jenisku. Beliau laki-laki. Lalu, saya memvonis bahwa itulah ‘cinta’. Wah! Betapa malunya saya. Saat mengingatnya kini. Bahwa ternyata, saya salah. Wahai…Maaf yaa, atas keliru yang ada. Namun demikian saya tidak akan pernah memvonis bahwa lawan jenis saya itu salah. Karena memang, beliau tidak bersalah atas semua ini. Hanya rasa saya aja.

Kini, saya mulai menyadari. Bahwa cinta bukanlah hal yang tadi. Namun cinta adalah perasaan untuk mau membagi. Ya, apapun itu. Ketika kita bersedia untuk tidak menikmatinya sendiri, maka di sana ada cinta. Dan itulah cinta yang sesungguhnya. Cinta yang merupakan ‘rasa’ ini, memang tidak berwujud. Namun, ia ada. Lalu, sudahkah kita membuktikan bahwa ia ada di dalam diri kita? Kalau ada, apakah kita hanya menyimpannya? Enak kalau kita membagikan, kayaknya yaa…

Lain waktu, saya mau menulis tentang cinta lagi, aach… 😀


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s