Ku pendamkan perasaan ini ku rahasiakan rasa hati…


Ku pendamkan perasaan ini,
ku rahasiakan rasa hati ini,
….
(UNIC ; Sebuah Pertemuan)

***

“Menjadi sia-siakah ia?”. He, 😀 Saya pikir, engga juga. Malah bermakna. Karena bersamanya, kita dapat bercanda ceria. Bahkan menduka dalam lara jiwa. Lalu, manakah yang lebih banyak porsinya? Bahagiakah atau yang sebaliknya? Adalah kita yang merasa, akan mampu menemukannya. Seringkah kita bahagia karena pendamkan rasa? Atau bahkan seringkali tersenyum berbunga ceria. Karena merahasiakan rasa hati ini? Wahai, kalau memang kita merasa lebih baik saat merahasiakannya. Maka lakukanlah. Pun saat kita bahagia dengan memendamkan ia. Maka benamkanlah hingga ke dasar hati. Lalu biarkan ia bertumbuh subur, dari kebun itu. Kemudian, bunga-bunga senyuman nan paling harum, cantik dan indah, sedang bermekaran. Mari kita menjaganya dengan pagar keimanan.

@kebun iman


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s