Engkau Mentari di Hati Ku (1)


Berjalanku menantang arah terbenamnya mentari, sore ini. Ai!. Silaunya… 😉 Benar-benar sebuah pengalaman yang sangat mengesankan. Ya, baru saja saya berjalan untuk melanjutkan langkah dalam perjalanan kehidupan ini. Nah, kali ini, routenya berada di sekitar Jl. PHH. Mustofa hingga Jl. Pahlawan.  Mengapa? Karena saya mulai bergerak dari Sangga Buana, untuk menyelesaikan keperluan administrasi pendidikan.  Setelah itu, saya pun berencana untuk balik ke ‘istana hati’ yang telah menunggu dengan setianya.
Wahai…
Terik mentari benar-benar membuktikan dirinya. Bahwa ia adalah Sang Raja Siang.  😀 Hal ini terbukti dari terpaan sinarnya yang begitu menakjubkan.  Subhanallah, mentari yang seringkali saya rindukan sebelum pagi tiba, kini berada tepat di hadapan.  Ia sedang memandangku dengan senyumannya yang berwibawa.  Sure. Saya semakin salut dengan ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala yang satu ini.  Ia sungguh membuatku semakin mengagumi Penciptanya.  Ai! Cinta ini… seringkali membuat saya berbunga-bunga. Bunganya sangat menyejukkan pandangan mata. Karena tampilan kelopaknya yang benar-benar menawan itu.  Ia, kini berada di dalam hatiku.  Kebun yang sedang ku tata dengan lebih telaten. Kebun iman, sumber senyumanku saat ini.
Wahai Mentari…
Meski saat ini pandangan mata hangatmu sedang menaburi tubuhku.  Ku sangat menikmatinya.  Karena yakinku, semua ini tidaklah berlangsung lama.  Karena engkau akan kembali berevolusi untuk melanjutkan baktimu, menyinari alam-Nya yang indah ini.  Maka, semakin ku yakin, kelak engkaupun tiada akan bersinar lagi. Lalu, siapakah yang terlebih dahulu meninggalkan dunia ini? Engkau ataukah aku? Ai! Pertanyaan yang tiada perlu kita jawab.  So, mari kita kembali bersyukur atas pertemuan ini. Yes! Bahagiaku bersama sinarmu nan cemerlang. 
***
Mentari adalah sumber energi.  Ketika kita berhadapan dengannya, maka energinya pun menaburi diri kita.  Lalu, kita pun berenergi seketika itu juga.  Demikian pula halnya dengan sesiapapun juga yang saat ini sedang memiliki kelebihan energi. Dekatilah mereka. Niscaya, kita kan alami hal yang di luar dugaan. Karena kita pun mendapat kelimpahannya. So, tiada yang sia-sia, kan yaa…? #.* 
@Surat Cinta untuk Sahabat My Surya

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s