Ai Kebaikan demi kebaikanmu wahai teman mengingatkanku padamu…


Ai! Kebaikan demi kebaikanmu, wahai teman… mengingatkanku padamu. Meskipun engkau tiada di sisiku kini. Walaupun tiada mampu terbalaskan, karena banyaknya yang tak mampu ku hitung. Pun karena bening pancarannya yang bersinar terang itu sangat menyengatku. Karena tulusmu…

Wahai teman, ketika saat ini engkau ada di depanku. Uraian terima kasih yang ku untai bak juntaian rambut sekalipun, tak akan pernah cukup untuk membalas budi baikmu. Maka, hanya satu pintaku, “Tolong terima uluran tanganku saat ini. Please. Help me. Ku mohon. Agar kita sama-sama tenang. Karena ia telah mendekat padamu. Ya, baru ini yang ku mampu. Engkau mau aku kembali tersenyum, kann…?Tersenyum lebih indah lagi dari senyuman yang ku hadirkan. Saat aku sangat senang menerima kebaikanmu.”


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s