Sehubungan telah hadirnya tahun ajaran baru Maka begitu…


Sehubungan telah hadirnya tahun ajaran baru. Maka begitu pula dengan kondisi lingkungan tempat kami berada. Ya, karena di sini juga ada pembaruan. Di bagian mananya ya? Yang baru itu. (memaknai perubahan).

Kalau saya melihat dari segi posisi, letak dan formasi serta kedudukan. Maka jelas masih sama dengan yang lama. Karena setiap ruang masih menetap. Contohnya; ruang tamu. Setelah saya mengamati, meneliti, memandangi, belum banyak yang berubah dengannya. Ia masih berada di bagian terdepan. Yes. Posisinya tepat di bagian kanan. Ketika kita baru saja membuka gerbang (lapisan ke tiga dari depan/luar dan atau lapisan pertama dari dalam). Sedangkan perabotan yang melekat padanya pun masih seperti yang dulu. Perabotan yang terdiri dari satu buah meja panjang. Dengan tinggi dan lebar 80×150 cm lebih kurang. Kira-kira aja, karena saya tidak akan mau mengukur panjang dan lebarnya saat ini. Karena sudah malam dan gelap di luar. Lagian, lampunya belum ada yang nyalain. Lagi pula ruang tamu lokasinya sangat mistis. Berhubung engga ada lagi kursi-kursinya. Hanya ada meja saja. So, akhir-akhir ini, kami-kami para penghuni kostan sangat jarang menggunakan ruangan tersebut. Alias telah kita tinggalkan. Dengan senang hati dan senyuman yang menebari wajah kami, ruangan tersebut hanya mampu kami pandangi. Ini terjadi setiap kali kami akan keluar lalu memasuki kostan ini.Kami tersenyum karena iba dan kasihan padanya. Ia tanpa kursi.

Selanjutnya, untuk posisi kamar yang satu dan yang lainnya juga masih original dengan susunannya yang rapi berjejer. Dalam barisan yang terus teratur, ia menyambut kami dengan hangat pelukannya, setiapkali kami datang padanya. Selepas beraktivitas. Kemudian, ia pun melepas kami dengan ucapan penuh do’a. Agar kami dapat kembali padanya dengan selamat.

Ya, banyak ruangan yang berjejer rapi di kostan ini. Lengkap dengan nama yang menemaninya. Sehingga setiap penghuni tidak perlu pakai istilah salah kamar, saat memasukinya. Dan bagi kami, setiap kamar adalah unik dengan ciri khas yang dimiliki oleh penghuninya. Mari kita sapa beliau-beliau yang ada di sini… yuuks?!

Ketika pertama kali sampai di alamat kostan ini, engkau tidak akan pernah langsung bertemu dengan pintu kamar. Karena ia tersimpan nun jauh di ujung sana. Ya, di bagian terdalam. Maka untuk dapat mencapainya, perlu beberapa usaha. Awalnya, engkau perlu melewati gerbang pertama. Ia berada tepat di depan jalan kecil. Jalan ini, meski kecil, namun seringkali dilewati oleh beraneka jenis kendaraan. Seperti mobil, odong-odong (saya penasaran, belum pernah menumpanginya. Bagaimana kalau suatu saat nanti saya ikut dengannya?), motor dan lain-lain. Gerbang pertama yang berada di depan, menjadi pusat informasi. Karena padanya ada data penting untuk kita. Ketika kita benar-benar membutuhkannya. Nomor darurat yang siap untuk kita call kapan saja, ada di sampingnya. Berikut alamat yang tersirat. Ia berlokasi di Jl. Cukang Kawung no. 20. Hati-hati, kalau bawa mobil pribadi. Engga bakal bisa masuk. Bukan karena gerbangnya yang engga luas. Bukan pula karena halamannya yang tidak mencukupi untuk parkiran. Namun, karena peraturan telah ada. Lalu, bagaimana dengan motor dan sejenisnya? Apakah bisa parkir? Boleh. Namun kembali lagi pada peraturan. Karena dalam menjalani kehidupan ini, ada aturan yang mengikat. Sehingga kita TIDAK BOLEH semaunya. Agar kita selamat, maka “Patuhilah peraturan berlalu lintas”, saya pernah membaca kalimat tersebut. Bahkan sering, malah.

***

(bersambung…)

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s