Wahai sahabat ketika malammu rasa gelap gulita Aku…


Wahai sahabat,
ketika malammu rasa gelap gulita? Aku tak percaya. Karena ada cahaya rembulan di luar, angkasa sedang menemaninya. Lalu, mengapa engkau tak menemaninya pula? Setidaknya, menyapalah padanya. Maka malammu kan terang benderang, tak seperti tadi lagi. Gulita.

Wahai sahabat,
aku punya berita, “Cinta itu, ternyata mampu mengubah seorang menjadi penyair”. Ai! Semudah itukah untuk menjadi penyair? Cinta memang beda.

Menjelang malam, alam menjelma gulita. Kemudian, menatapku ke langit luas. Wahai, ada bintang-bintang bertaburan, berkerlipan, menawan mataku untuk tak mengatup. Lalu, bintang-bintang pun mendendangkan bait-bait nafas bernada “Cinta”. Hingga akhirnya, akupun tenggelam dalam lirik-liriknya. Tenggelam? Ya, kini ku telah ada di dasar lautan jiwa. Nah! Ada banyak plankton-plankton dan rumput lautnyaa.aa. di sini. Pun ikan nan berwujud aneka warna, sedang mengibas-ngibaskan ekornya… Eits ia mengenai mataku…

@di laut terdalam ku tenggelam


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s