Bel masuk belum berbunyi Namun saya sudah sampai…


Bel masuk belum berbunyi. Namun, saya sudah sampai di Sangga Buana. Untuk belajar lagi. Kali ini, saya dan teman-teman akan belajar mata kuliah Matematika Bisnis. Sedangkan dosen yang akan mengajar kami adalah Bapak Deden. Bapak Deden adalah seorang yang mudah senyum. Sehingga saya memandang beliau sebagai seorang yang ramah. Bahagia rasanya, saat beliau ada di depan, untuk menjelaskan bahan perkuliahan. Namun sekarang, beliau sudah datang. Akan tetapi kita belum masuk ke dalam ruangan. Karena? Bel belum berbunyi. Sebagai tanda perkuliahan dimulai. Oleh karena itu, saya memanfaatkan waktu penantian ini dengan bermain-main di sini. Ya, bermain dengan huruf demi huruf. Dan saya sangat senang menatanya. Bersamanya, saya menikmati waktu.

Oia, selain saya juga ada tiga orang sahabat di sisi. Beliau bernama Teh Enok, Teh Devi dan Neng Timoet. Kami lagi duduk manis di bangku kecil. Sambil bercerita. Temanya, masalah. Intinya, kalau kita bertemu dengan masalah, jangan terlalu menfokuskan fikir padanya. Namun, ada yang terlebih penting untuk kita lakukan. Yaitu menemukan solusi atas masalah tersebut. Adapun salah satu cara yang dapat kita jalankan untuk bersua dengan solusi adalah dengan tersenyum. Karena senyuman adalah permata jiwa nan bersinar.

€it$… Bapak Deden sudah datang,… Mari kita belajar lagi.

@Kereennyaa, ternyata lokasi belajar pindah ke area makan. Jadinya, kita dinner sambil belajar. Tak biasa, memang.


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s