Permata di dasar jiwa bernama dian yang tidak…


Permata di dasar jiwa, bernama dian yang tidak akan kunjung padam. Meski berkubik-kubik aliran deras butiran mutiara kehidupan membanjirinya. Tidak! Tak sekali-kali. Karena ia telah menampakkan wujudnya hingga kedaratan. Ya, pancaran dirinya menjadi bukti, bahwa ia ada. Untuk berkontribusi nyata bersama keberadaannya tersebut.

Wahai sahabat…
Tahukah kita, bahwa permata itu adalah kita. Ya, kita bernama “permata jiwa Ayah dan Bunda”. Apa maknanya? Agar kita menyadari bahwa kita bernilai, berharga, berguna, bagi beliau, orang tua kita. Meski terkadang kita terlupa, tentang semua itu. Hingga membuat kita hampa. Namun kini, setelah kita tahu bahwa betapa berartinya kita. Betapa indahnya yaa… hari-hari kita yang berikutnya. Tentu kita terbayang selalu akan tatap mata renta beliau nan menua. Ya, mata mulia itu tidak lagi belia, sahabatku…
Mata yang beliau bawa, menjadi jalan peneguh kita. Dalam menjalani liku indah perjalanan hidup. Sampai akhirnya kita luapkan segala kesan tentang kisah yang kita alami, dalam bait-bait sebagai prasasti jiwa. Haru, ketika mereview semua yang ada. Namun, ia bermakna. Ketika kita mampu tertawa terpingkal-pingkal atas kisah bahagia. Pun tiba-tiba menangis pula kita, sejadi-jadinya… sesenggukan di jiwa. Atas rasa yang hadir pada kisah sebaliknya. Enjoy it, only.

Wahai Ayah, Bunda, terima kasih atas do’a-do’a yang lebih sering menyalakan dian di dalam jiwa Ananda.

@permata buat Ayah Bunda


One comment


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s