Hari ini 14 Juli Ku coba merenungkan perjalanan…


Hari ini, 14 Juli. Ku coba merenungkan perjalanan hidup ini. Merenung, tentang apa yang telah aku perbuat dan aku persembahkan pada sesama??? Rasanya, aku belumlah mampu berbuat apa-apa, yang bisa membahagiakan orang lain. Dan terlebih kedua orang tua yang sangat aku sayangi. Kalau saja aku belum mau berjalan ke arah bahagia. Lalu, aku berpikir lagi. Hingga tanya pun hadir. Mengapa aku belum mampu berbuat banyak kebaikan? Mengapa aku belum bisa memberikan yang terbaik? Ya, aku percaya, bahwa aku tidak akan pernah menemukan jawabannya. Kalau aku belum juga mau melangkah pada kebaikan. Begitu sederhana, ya.. jawabannya.

So, kembali tanya yang berikutnya hadir. Mungkinkah karena aku belum mencoba? Lalu, mengapa aku belum mau mencoba juga? Ai! Rasa itu kembali muncul. Ya, rasa-rasa. Rasa yang menggodaku untuk segera bangkit, kemudian berbuat sesuatu yang bisa menghasilkan suatu yang bermakna. Hasil yang membawa beraneka rasa. Lalu, setiap orang yang menemuinya, mampu menikmati keberadaan diri bersama hasil tersebut. Setelah itu, beliau para penikmat pun merasakan bahagia. Ya, semua orang bisa menikmatinya dalam ketenteraman hati. Yakinku, hadir.

Sudah begitu terlambatkah aku untuk dapat berbuat? Lalu masih adakah jalan yang terbuka untukku tempuhi dalam rangka melaksanakan dan merealisasikan niatku? Telah begitu jauhkah jarak yang membentang antara engkau dan aku? Ya, engkau yang ada di sana. Engkau yang berada di sana. Di ruang tempat pertukaran fikir, berbagi rasa, bersinergi dalam indahnya merangkai cita bersama. Atau, sudah tidak ada lagikah celah bagiku? Untukku bisa memasuki ruangan yang selama ini aku harapkan. Meski ia tertutup rapat, namun aku masih miliki harapan. Ya, harapan akan adanya sebuah celah yang mampu menyelipkan cahaya yang memancar dari ruangan yang ku maksud. Agar aku dapat pula bersama sinarannya nan terus menyembul. Lalu iapun menaburi hari-hari kita bersama.

Aku pengeeen banget! Aku ingin bergabung dengan mereka, bekumpul dan ikut menjadi penjaga nan menjagai. Lalu ikut pula menjadi pelaku dalam aktivitas di lingkungan tersebut. Ya, lingkungan yang bertaburan cahaya. Meski kini ada pemisah di antara kita. Namun, yakinku kembali ada. Ya, yakin akan adanya kekuatan yang mampu menerobos dinding pemisah itu. Yakin, akan adanya kekuatan yang dapat dan mau membantuku untuk menyalurkan tekad nan terus menggelora. Insya Allah.

Ya. Mereka yang sangat bisa. Mereka yang memiliki andil di dalamnya. Adakah mereka mau membuka meski tak banyak peluang bagiku untuk bergabung?. Bergabung dan mengambil peran dalam kehidupan yang berikutnya.

***

Teman… Aku cemburu padamu. Ya, terus terang ku sampaikan. Aku cemburu dengan kalian. Mengapa kalian bisa? Tapi aku? Oh Aku pun mau bisa!

Teman… Aku ingin seperti kalian juga. Aku pun ingin berhasil, lebih maju. Aku ingin terus belajar, berbuat dan berpikir lebih sering…

Teman… Aku juga punya niat,tekad, asa, do’a dan usaha. Ya, seperti kalian juga, kan? Semoga ia mewujud pula, dalam nyata. Dan yang terlebih penting bahwa, aku mempunyai kalian, sebagai teman dalam menjadinyatakan semuanya yang ada.

Teman… Dalam hati ini,
tercipta dan tersimpan berjuta niat,
ya,
untuk menjadi lebih baik,
sampai akhirnya, tiba…

@catatan hatiku, tepat enam tahun yang lalu. Ketika ku masih belia, dan baru saja tamatkan pendidikan di esmeyanegeri. Ketika ku kalut dan cemburu padamu, wahai teman.


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s