Sepulangnya dari Masjid Salman lalu kami pun berekspresi…


Sepulangnya dari Masjid Salman, lalu kami pun berekspresi bersama di taman dan sekitarnya. Berfoto ria ala prawedding gitu. Saling berpandangan satu sama lain, bergemulai-gemulai dalam melangkah, menatap langit, kemudian berdiri anggun. Begitulah inti aktivitas yang kami aksikan. Sebelum akhirnya, saya duduk manis di samping sang supir yang lagi menyetir. Ya, saya memilih duduk di bagian depan, karena saya suka. Dan terutama, saya dapat menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan dengan lepas. Kemudian, perjalanan terus berlanjut. Sekilas saya menyempatkan waktu memandang ke belakang. Untuk mengontrol kondisi dua orang sahabat yang lagi duduk manis di bangku belakang. Eits? Saya terpesonanya. Surprised. Karena hanya ada dua orang penumpang di belakang supir. Dan beliau sedang mengambil posisi nun jauh di ujung. Tepatnya, di kursi paling belakang. Seorang di kiri, seorang lagi di kanan. Sungguh pemandangan nan indah, ketika beliaupun tersenyum.

@ Dear Mentari . . .
I am on the way


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s