Image

Cendikiawan muda nan ramah dan pemurah itu telah…


Cendikiawan muda nan ramah dan pemurah itu, telah membuatku terpesona. Apa sebab? Karena aku terlanjur mengenal beliau. Ya, perkenalan tanpa sebab yang membuat kami memiliki kesempatan untuk bertemu, berpandangan, berbagi, bersenyuman, lalu bergandengan tangan, dalam meneruskan perjalanan yang telah membentang indah untuk kita susuri.

Cendikiawan muda nan mudah tersenyum itu, seringkali meneladankanku untuk tersenyum lebih sering, dalam meneruskan langkah-langkah ini. Seraya menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan, di kiri maupun kanan.

Ketika suatu hari saya melangkah lalu tertegun, beliau datang menyapa, “Adakah engkau baik-baik saja…?” lalu saya pun tersenyum, bersama beliau. ¥_^

@ Dear Mentari . . .
Suatu hari, saya mau menceritaimu tentang siapa beliau, yaa. Sedangkan engkau, teruskanlah baktimu. Karena saya tidak mau mengganggu aktivitasmu. Esok, engkau bersinar lagi, kan? Alam-Nya, memerlukan sinarmu, teman…

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s