Setelah saya memikir ulang ternyata benar juga ya…


Setelah saya memikir ulang, ternyata benar juga ya, apa yang Timoet sampaikan padaku, tadi malam. “Engga perlu datang ke rumah Ti, Yan. Karena ini tentang waktu, Yan. Tentang waktu. Kalau memang lembar tersebut bisa di scan, why not? Itu lebih baik, sepertinya. Iya, khan?. Nanti ngirim ke Ti nya, by email aja. Jadi, biar Ti yang ngeprint. Sedangkan data tetap nyampe. Meski kita tidak bertemu langsung. Okey…?!”, beliau mengungkapkan suara jiwa. Dengan mimik wajah nan serius, tea. Ai! Temanku memang begitu baiknya padaku. Ya, hal ini seringkali saya alami. Berbagai kebaikan adaaaaaa aja yang mendekat.

Intinya, pagi ini, saya tidak perlu berangkat ke kostan sahabatku, Timoet. Untuk menyerahkan selembar kertas yang sangat Timoet perlukan. Namun, beliau benar-benar sudah tidak bersama sang kertas lagi. Karena lembaran tersebut, sudah terbang melayang, entah kemana. “Ngumpet kali ya, Timoet?”, fikirku. Sedangkan lembaran yang sama dan sangat penting tersebut, saya pun punya. Ceritanya, kita memperolehnya berbarengan, dulu.

Karena saya tidak perlu ke rumah Timoet, namun saya masih miliki waktu saat ini. Sebelum berangkat beraktivitas. Sehingga, saya memanfaatkannya untuk berkicau di halaman ini. Seraya menyapa mentari nan tersenyum riang, pagi ini.

@ Dear Mentari . . .
Kebahagiaan terindah adalah ketika kita mempunyai sahabat dan ia mau memberi saran, ketika kita memerlukannya.

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s