Kertas koran yang saya beli semalam namun pagi…


Kertas koran yang saya beli semalam, namun pagi ini sudah mesti berpindah ke tong besar di samping luar istana hati. Apa sebab? Karena ia telah basah, kuyup dan redup. Lalu, dengan langkah-langkah kaki yang menemani raga untuk memindahkannya ke tempat terakhir, saya pun tersenyum. “Selamat jalan teman”. Meski tak lama bersamamu, namun saya mengerti. Bahwa engkau telah menemui akhir perjalananmu di sini. Ai! 😀 koran itu tak bergeming. Karena ia telah layu, lunglai, tertunduk lemah. Kemudian, saya sempat menatap wajahnya nan mengangguk untuk mengiyakan. “Baik, ku terima takdir diri, meski akhirnya harus begini”.

Koran adalah lembaran kertas yang berisi tulisan. Adapun tulisan yang terdapat di dalam koran, banyak jenisnya. Seperti; berita, iklan, gambar-gambar dan atau foto, lowongan, dan banyak lagi. Untuk lebih jelasnya, silakan beli koran, yang dijual di lokasi terdekat. Kalau jauh, juga boleh… Bebas. Ciri-cirinya, kertas tersebut berukuran lebih lebar dari majalah dan lebih panjang dari ukuran buku yang biasa kita baca. Kertasnya tipis, ringan dan mudah untuk kita lipat-lipat, digulung atau diremukkan. Karena, ia akan pasrah saja. Toch, ia hanyalah kertas koran yang tersenyum.

Koran. Ya, di dalamnya terdapat banyak huruf yang berjejer. Ada yang berukuran kecil, sedang maupun super guede. Nah, biasanya, ukuran yang terakhir, terdapat pada judul koran tersebut maupun pada judul tulisan atau topik yang sedang dibahas. Ai! Ketika memandang wajah manis lembaran koran, saya seringkali terpesona. Karena takjub dan heran plus penasaran, kok bisa ya? Tulisannya menjadi kecil-kecil begitu. Lalu, pasti penulis kalimat-kalimat tersebut banyak, ya? Buktinya, setiap kolom berbeda tema yang disampaikan. Nah, ini dia! Salah satu tempat untuk memetik hikmah.

Saya tidak membeli koran setiap hari, apalagi berlangganan. Namun, saya seringkali mau membawa lembaran tipis nan lebar itu, pulang. Ketika pada suatu waktu, saya berjumpa dengan penjual koran. Meskipun koran yang beliau jual, belum pernah saya beli sebelumnya. Karena, saya hanya pengen doang, mau bersamanya. Entah apa yang ada di dalam lembaran koran tersebut, saya belum tahu. Makanya, saya membelinya. Agar saya tahu.

Koran, lembarannya tidak terlalu banyak, memang. Namun, di sana tercakup banyaaaak huruf-huruf. Yang seumur hidup ini, belum pernah saya menamatkan membaca semua topik dalam satu koran sehari itu. Ya, paling baca judul-judulnya aja. Lalu, menemukan artikel menarik yang menyentuh, yang saya langsung tahu, dari judulnya. Apakah ia mau saya lanjut untuk membacanya, ataupun tidak. Bahkan tidak jarang, saya hanya membolak-balik doang, lembarannya nan Subhanallah, huruf-hurufnya rame, yaa. Kecil-kecil, pula.

@ Dear Mentari . . .
… tadi air minumku, tumpah di lantai. Lalu, koran mendekapnya. Karena ia sedang berada di lantai, dan sangat dekat dengan tumpahan air.
-Tentang pengabdian-

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s