Nama saya Yanti Nama saya Yani…


“Nama saya Yanti, 🙂
“Nama saya Yani, 🙂 kembarannya Yanti”,
“Kalau aku Yanti”, 🙂
“Kalau ini Yundaaa”, 🙂 ceriwis Yanti, kembarannya Yani, seraya mendekati dan memandang Yunda. Lalu, Yunda pun tersenyum, ku lihat
“Aku Santi, ibu guruu…”, 🙂

Ai bocah-bocah tanpa beban. Hal ini dapat saya ketahui dari wajah-wajah nan riang tersenyum dalam tawa. Lalu, saya berpikir, “Ini sumber inspirasi. Yes! 😀 Kemudian, saya segera menebar senyuman nan ringan, terang dan cemerlang, pada para bocah nan lugu tersebut. Benar. Ketika kita masih berada dalam usia lima sampai enam tahun, hidup yang kita jalani masih mulus dan lurus jalannya. Belum berliku seperti yang saat ini saya alami. Ketika usia saya sudah dua puluhan tahun lebih banyak dari beliau semua.

Untuk selanjutnya, mereka menarikku dalam keceriaan masa kanak-kanak. Ya, kita bernostalgia, tertawa, bermain dan tersenyum penuh makna.

@ Dear Mentari . . .
Engkaupun perlu tahu, bahwa saya pun pernah belia. Meski waktu itu, saya belum mengerti, apa arti senyuman.
-Catatan buat mentari esok pagi-

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s