Assalamu'alaikum sebuah kalimat indah transit di…


“Assalamu’alaikum…”, sebuah kalimat indah, transit di inbox hapeku.

“Wa’alaikumussalam warahmatullah…”, saya membalasnya, beriringan dengan senyuman nan mengembang.

“Yani aq rindu padamu”, pesan kembali hadir, dari nomor yang sama. Tanpa identitas, memang.

Apabila ada yang merindukan kita, maka terimalah dengan senang hati. Meski kita belum tahu siapakah sang perindu. Itu karena, memang keberadaan kita masih terdeteksi oleh jiwa tersebut. Namun, alangkah baiknya. Apabila perindu menyampaikan rindunya, dengan mensertakan identitas diri. Tentu saya pun membalas, “I miss you so much, too”.

@ Dear Mentari . . .
Ku akan seringkali merindukanmu. Meski jarak membatasi pertemuan raga kita, namun apalah arti kebersamaan raga. Apabila jiwa kita tidak merasakan kedekatan. Dan sebaliknya. Biarkan rindu bertumbuh, hingga akhirnya ia berbuah anggur . . . Lalu kita menikmatinya, bersama, yes? ¥_^


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s