Diam diaman beberapa menit saja hanya karena kesalahpahaman…


Diam-diaman beberapa menit saja, hanya karena kesalahpahaman. Terasa setahun, yaa… 😀 Akibatnya, wajah tanpa senyumanpun menjelma. Ai! Siapa yang suka? Akhirnya, memang perlu ada yang mengalah. Mengalah karena tidak mampu mengalahkan? Bukan, teman. Namun, karena kekuatanlah maka ia berani untuk kembali mau mencairkan suasana. Wahai, temanku baik padaku. Lalu, senyumku membalasnya. Karena tak selamanya diam itu menjadi tameng.

Ya, mesti ada yang mengalah, engkau kuat, teman. Saya mengakui.

@ Dear Mentari . . .
Kelembutannya bukan kelemahan.

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s