Memang benar Ketika kita mau untuk melangkah selangkah…


Memang benar. Ketika kita mau untuk melangkah selangkah demi selangkah, maka kita akan berpindah dari tempat semula. Namun, apabila kita memilih untuk berehat sejak. Ya, sebelum kita melanjutkan langkah yang berikutnya. Karena kita tahu, ketika kita masih memaksakan diri untuk melangkah, maka keadaan kita akan bertambah parah. So, ini terserah kita. Bukankah kesempatan hidup penuh dengan pilihan-pilihan, wahai teman…

Oleh karena itu, kesempatan untuk melangkah saat ini, di sini, adalah yang terbaik untuk kita. Sehingga kita mau menikmatinya. Sedangkan waktu untuk mengungkit detik yang telah usang, tiada lagi. Lalu, tentang masa sedetik yang akan datang pun kita tidak tahu menahu. Apakah kita masih akan ada untuk mengisinya, ataukah yang sebaliknya? Maka let’s enjoyourtime, now, only. Ya, saat ini.

Waktu adalah titipan. Namun uniknya, titipan ini tidak berwujud. Lalu, bagaimana kita dapat menjaganya. Sedangkan ia tanpa raga? Ya, tidak mengapa. Ia ada namun tiada dalam nyata. Bukankah jiwa kita juga demikian, wahai temanku yang baik.

Tentang waktu. Ya, semulanya ia kosong, putih, bening, polos, lugu dan tanpa jejak di sana. Lalu, akankah kita menatapnya begitu saja. Kemudian mensenyuminya. Tanpa mau berusaha untuk menghiasinya? Agar waktu yang tanpa wujud tadi, dapat kita wujudi. Bagaimana cara? Yaitu, dengan mengabadikan aktivitas kita selama bersamanya.

Seyogyanya, terdapat banyak aktivitas yang kita lakukan setiap waktu. Yang kita semua juga tahu. Apa saja jenisnya. Karena kita sama-sama menjalaninya. Mungkin hanya berbeda waktunya saja. Contohnya; kita sama-sama tidur, engkau tidur sedangkan saya juga. Engkau menyantap menu makanan, saya juga. Engkau berjalan, melangkah, bergerak, saya pun demikian. Kita juga sama-sama masih bernafas, kan? Temanku…

Lalu, apa lagi yang kurang dalam hari-hari kita? Kalau kita masih ada waktu sebagai titipan dari-Nya. Waktu adalah harta paling berharga, yang perlu kita jaga. Bagaimana kita menjaganya? Terjagalah lebih sering. Kemudian kita dapat tersenyum … Enjoy it, now.

@ Dear Mentari . . .
Engkau bersinar setiap waktu. Melangkahmu terus-terusan. Wahai… kagumku padamu, teman £_@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s