Saat ini saya ingat Ibunda Ya wajah beliau…


Saat ini, saya ingat Ibunda. Ya, wajah beliau hadir, sejenak setelah saya memejamkan mata. Jelas. Terang, tak bersekat. Ibunda… Saya merindukan beliau. Tadinya, saya mau berehat raga. Namun, berhubung wajah beliau menyapa, maka saya pun menguntai kerinduan ini lewat rangkaian huruf. Meskipun mata saya sudah mulai terasa periiii…

“Mentari di wajah Ibunda, bernama senyuman. Lalu adakah kita memberikan senyuman secerah mentari pada beliau, teman?”.

Semburat kerinduanku detik ini menjelma permainan. Ya, ku bermain sambil belajar menyusun huruf untuk merangkai kembang-kembang senyuman, buat Ibunda “as my dedication”.

@ Dear Mentari . . .
Tujuh huruf nan membentuk namamu, mengingatkanku pada nama-nama hari.


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s