Ketika sore menjelang senja saya teringat cerahnya mentari…


Ketika sore menjelang senja, saya teringat cerahnya mentari siang tadi. Ya, cerah yang menyinari bumi dengan penuh semburat cahaya. Hingga ke relung hati. Menemani, menyejuki, meski panasnya memuaikan alam semesta. Namun, tenteramkan jiwa yang mau bersyukur pada-Nya. Alhamdulillah, cerianya wajah tampak sumringah, mencerminkan suasana jiwa. Saya bahagia hari ke hari, bersamamu, teman. Kelak engkaupun tahu, di dalam fikirku ini masih bersemayam wajahmu nan penuh senyuman. Ya, senyuman yang mencahayai sekitarmu. Termasuk, diriku ini. Sekalipun engkau berada jauh dariku. Namun, sinar terangmu menggerakkanku untuk beredar, mengikutimu. Karena, inginku lebìh sering bersamamu, teman. Ya, engkau, bersamamu mentari.
@ Dear, Mentari itu engkau . . .


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s