Mentari Bersinarmu tanpa kenal pada siapa itu Namun…


Mentari…
Bersinarmu tanpa kenal, pada siapa itu. Namun yang engkau tahu bahwa engkau sedang berbagi untuk menyinari alam-Nya.

“Ayah… Beliau sekarang lagi kurang sehat. Semenjak beberapa hari terakhir”, ungkap Onna via telepon, pagi tadi. Semoga Ayah, selalu dalam lindungan Allah subhanahu wa Ta’ala. Amîn ya Rabbal’âlamîn…
Ayah…
Hiksz…
Ayah…
Hiksz…
Ayah…
Hiksz…
Ayah…
Hiksz…
Ayah…
Hiksz…
Ayah…
Hiksz…
Semoga kesabaran, ketenangan hati dan ketenteraman fikir menaungi beliau,

Ayah…
Rindu pada beliau, menerpaku.

Ibunda…
Beliau tadi memesankan begini, “Baik-baik ya, Nak… Amak, Ayah dan keluarga senantiasa mendo’akanmu. Jangan lupa berdo’a setelah shalat ya. Lalu, berdzikir lebih sering, tentu lebih baik. Dalam berbagai kesempatan, luangkanlah waktu untuk mengingat kematian. Karena kita pun akan menjelangnya, lama maupun segera. Jaga diri ya, rajin dalam berusaha adalah jalan bahagia. Ingat, pesan-pesan Amak, Yan.”

@ Dear Mentari . . .
Terik sinarmu siang ini, mengingatkanku pada tetesan keringat yang membasahi tubuh Ayah. Ketika beliau pulang ke rumah. Dengan membawa aroma khas keringat nan telah mengering.

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s