Mentari Ku menanti sinarmu setiap pagi tuk menerangi…


Mentari…
Ku menanti sinarmu setiap pagi,
tuk menerangi siangku setiap hari,
menjadi teman dalam mengisi hidup ini,
muliakan kesempatan waktu yang kita jalani,
menerangi… ya, belajar menerangi… sampai nanti,
hingga kita tiada lagi dalam kehidupan ini,
berbagi… ya, belajar berbagi,
agar kita mengerti arti hadir diri,
sungguh, betapa indahnya hidup ini,
ketika kita mau untuk saling memahami,
niscaya damai dan rukun lebih sering menemani,
berteman senyuman nan menghiasi,
kita menatap hari ini, mengarungi, lalu menyelami,
wahai, ingatkah kita akan mati?
Ya, mati…
ialah jalan yang menjadi penyemangat diri,
ia hadir, lalu aktivitas kita berhenti,
karena kita perlu ikut bersama mati,
lalu, sebelum ia mendatangi,
mari kita segera berbenah diri, hati dan fikir ini,
kemudian kita tersenyum saat mati menjemput diri,
karena kita telah mempersiapkan diri,
untuk menjalani mati…

@ Dear Mentari . . .
Ketika nanti aku mati, akankah engkau masih menerangi alam ini?

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s