Dear Mentari Saya mengerti tiada seorangpun yang inginkan…


Dear Mentari,

Saya mengerti, tiada seorangpun yang inginkan perpisahan. Kecuali pertemuan. Namun, dengan segala pertimbangan, akhirnya saya mesti menerimanya. Kemudian menjalaninya. Untuk selanjutnya, biarlah masa yang mengukir rasa yang tercipta. Kemudian, ia berperan serta dalam mengabadikannya.

Saya pun mengerti, ini hanya untuk sementara, sampai semuanya pasti. Ya, seberapa lama ia berlangsung.

Perpisahan…
Di malam ini sahabatku pergi…
Memecah gelap malam ia mulai melangkahkan kaki…
Setelah menoleh sejenak, pada kami, sahabat berbagi…
Untuk meyakinkan diri, kami masih di sini…
Di kota ini, di dalam istana hati…

Ia pergi membawa sekepinghati kami…
Meskipun ia tahu, hati kami sudah tidak utuh, sempurna lagi…
Namun, ia masih mau membawa pergi sebagian darinya…
Sebagai tanda bukti, persahabatan kami…

Wahai mentari,
tolong pantau ia saat nanti engkau sempat, ya…
karena ia sahabat kita…

@_Saya Melepas Keberangkatanmu, Teman_@

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s