Dear Mentari Sssstt Tenang aja teman Semua baik…


Dear Mentari,

Sssstt…!? Tenang aja, teman. Semua baik-baik saja. Dan akan begitu untuk selanjutnya. Ketika kita mau mengambil hikmah sebagai bahan pelajaran dari apa yang kita dengar, kita lihat, kita alami, pun dari apa yang kita rasakan, yes?

Karena belajar itu bukan hanya ketika kita duduk manis di ruang kelas, kan ya? Kemudian menyimak guru yang sedang menjelaskan pelajaran. Untuk kita pahami, lalu kita mencatatnya. Bukan itu saja, kan? teman. Namun, belajar adalah sepanjang usia kita di dunia. Ya, selagi nafas masih mau menemani. Saat detak jantung kita masih normal, maka waktu tersebut merupakan kesempatan terbaik bagi kita untuk belajar.

Teman, saya yakin dan percaya bahwa engkau adalah pembelajar yang baik. Ya, ketika engkau mau memetik bunga-bunga pesan yang bermekaran di sepanjang jalan kehidupanmu. Apakah bunga-bunga pesan tersebut akan berwarna putih, pinky, merah, orange, ungu dan sebagainya. Maka pewarnaan atasnya, berada dalam genggamanmu. Karena sesungguhnya ia adalah hasil pikirmu, yang menawan. Ya… termasuk saya ini. Saya, juga sedang bergiat-giat dalam mengupas aneka pelajaran yang mampu saya tangkap di sepanjang harinya. Begitu pula dengan sore ini, sama. Saya sedang mengolah fikir yang hadir.

Tadi, dalam perjalanan menuju pulang, saya menemukan ada yang tidak beres. Sehingga ketidakberesan yang dapat saya tangkap, menyisakan pilu. Ya, pilu karena saya merasakan apa dialami oleh salah seorang kolega saya. Beliau adalah partner dalam beraktivitas. Mmm… Jalan masih panjang, . . .
Semoga beliau tabah menghadapi apa yang telah menjadi ketentuan-Nya.

“Karena Allah Maha Tahu, maka lakukanlah yang terbaik, meski melebihi apa yang kita mampu. Sedangkan hasil akhirnya, kembalikan segera pada-Nya. Agar, ketika kita gembira karena mendapat pujian setelahnya, maka kita tidak menanggapinya dengan berlebihan. Apalagi, saat kita menerima perlakuan yang sebaliknya, maka kita segera mengingati-Nya. Seraya bertawakkal. “Ya, Allah… kami hanya hamba-Mu, yang ikut apa Mau-Mu”, begitu inti pesan dari ulama, yang kembali saya renungkan, sore ini.

@_Teras Ruang Jiwa_@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s