Dear Mentari Pagi ini saya tersenyum Adakah …


Dear Mentari,

Pagi ini, saya tersenyum. Adakah “Mentaripun Tersenyum”. ..?
Kan kita berteman,…
Jadi saya berfikir, kalau saya tersenyum. Maka engkaupun tersenyum, teman. Ya, meskipun saat ini engkau masih dalam perjalananmu. Baik-baik di jalan, ya. Segeralah hadir. Karena sejak pagi datang. Bahkan sebelum fajar menyingsingpun, saya telah bersiap-siap untuk menyambut cerah sinarmu. Sinar cemerlang yang akan menyinari alam-Nya, hingga ke dasar jiwaku terdalam. Ai! Sungguh! Penantian itu mendegupkan jantungku lebih kencang. Adakah engkaupun merasakan hal yang sama, teman…? Ya, begitu. Ketika engkau sedang berada dalam era masa kinimu. Dengan segala upaya, engkau terus rajin bergerak, berevolusi. Untuk menyampaikan sinar terangmu kemanapun. Dan sebentar lagi, engkau akan sampai di sini. Yakinku.

@_Menatap Kelam Malam Tanpa Sinar Rembulan. Wahai Mentari… I am waiting you, my soulmate a.k.a my surya. Seraya menanti, ku mengisi masa dengan merangkai huruf, mencerah dan menata jiwa_@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s