Dear Mentari Sangat menenangkan bila kita kembali menyadari…


Dear Mentari,

Sangat menenangkan, bila kita kembali menyadari tentang siapa diri ini. Sebelum kita berekspresi, yaa. Apalagi terhadap sesama hamba-Nya yang juga insan biasa. Ai! Engkau juga tahu kan? Siapa saya… Ya, hanya perempuan biasa, yang memiliki airmata. So, ketika ada yang menyentuh hatiku, maka buliran bening itu akan segera bertindak. Untuk memayungi wajahku. Agar ia kembali rasakan sejuk. Ini kenangan nan indah tentang perjalanan hidupku, teman…

“Ya, begitu dong… Kita tidak perlu langsung menangis, teman. Bahkan ketika sentuhan itu menjelma duri nan menusuk sekalipun. Ya, karena kita masih perlu berfikir, lebih awal. Mengapa semua kita alami. Atas segala suara yang kita dengarkan, tatap mata yang kita saksikan, dan wajah tanpa senyuman itu.

“Am I so, silent?”, tanyaku hadir.

Ai! Mungkin benar. Dan memang yang dapat menilai siapa kita adalah juga beliau yang berinteraksi dengan kita. But, I am happy and enjoymyself. Bukan untuk tidak mau berubah. Namun, memang, begini adanya saya. Hehee… 😀

Sorry untuk kekurangnyamanannya, tadi itu saya mensuarakan isi hati. Setelah ku menerima komplen dari konsumen.

@_Membuka Pintu Hati_@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s