Bukankah sabar itu indah wahai teman engkau boleh…


Bukankah sabar itu indah, wahai teman…
engkau boleh menenangkan fikir sejenak, sebelum bersikap… sebelum menulis, sebelum berucap, pun sebelum engkau melangkah…
ketika engkau dalam keadaan emosi nan berlebihan, lalu engkau berjalan, lalu engkau melangkah, lalu engkau berlari,
bukankah itu akan menyesakkan dadamu, teman…?

Bukankah lebih baik, ketika engkau menenangkan jiwamu sejenak, sebelum engkau beraikan segala rasa yang engkau punya… sebelum engkau menampilkan kesemrawutan di alam-Nya yang Subhanallah… ia terlalu indah untuk kita cemari dengan karakter insan yang tidak semestinya kita pakai. Iya, kan, teman…?

Bukankah kita sama-sama hamba-Nya, yang memang pernah terlompat karena kaget dengan segala yang ada. Bahkan tidak jarang pula kita tersipu malu karena kita ternyata khilaf. Setelah kita menyadarinya sebelum ada yang memberi tahu.

Bukankah lebih baik, saat kita coba mengingat, dan merenungkan. Lalu bertanya pada diri, “Kalau yang berada dalam posisi demikian adalah saya, bagaimana ya?. Saat saya menerima perlakuan yang saya kurang menyukainya. Padahal saya biasa saja dalam menjalani waktu yang sebelumnya. Dan tidak merasa kalau yang saya perbuat ada yang kurang suka.”

Mmmm…

@_Leash_@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s