Seorang Ibu separuh baya lagi duduk di sebuah…


Seorang Ibu separuh baya lagi duduk di sebuah kursi berwarna merah, terkantuk-kantuk. Di samping beliau ada sebuah meja panjang dengan tinggi sekitar enam puluh sentimeter, yang beliau gunakan sebagai sandaran. Karena kursi yang tadi beliau duduki dan terbuat dari bahan plastik itu, tidak mempunyai sandaran. Sama sekali tidak. Oleh karena itu, saya pun berhenti sejenak. Kemudian mengarahkan pandangan ke sekeliling. Tidak ada siapa-siapa di sekitar beliau. Kemudian, saya memberanikan diri untuk menyapa beliau, “Permisi… Assalamu’alaikum, Iiibu…?”. Suara saya merendah, melembut, memerdu seraya mengamati wajah teduh itu. Menikmati sosok yang penuh kedamaian itu, membuatku ingin menitikkan airmata, segera. Ai! Saya memandang wajah beliau seperti menatap wajah Amak, orang tua perempuanku. Sungguh! Rinduku tiada bertepi, pada beliau. Meski kini, sosok yang sedang berada di hadapanku, bukan beliau. Namun, saya dapat merasakan aura yang sama, dari pancaran sinar wajah nan mulia.

@_Kami Sehati_@

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s