Dari balik tirai nan masih mengembang ku tersenyum…


Dari balik tirai nan masih mengembang, ku tersenyum riang. Meski belum mau ku memandang sinar mentari secara langsung. Namun, masih kusempatkan waktu untuk melayangkan pandang ke arah kaca jendela. Yes? Hingga tembus menjelajah dunia di luar sana. Meski samar, ku dapat menyaksikan gemerlapnya sinar mentari nan membayang. Namun sayang… ragaku masih belum stabil. Karena ia mulai membercandaiku. Lagi-lagi, suhu tubuhku memuai. So hot! Kening, tangan ,kaki, pipi? Apalagi mata. Dari tadi ia mau mengatup saja.

“Namun, mana boleh, teman… Kan ini sudah pagi. Lihat saja ke luar sana. Mentari sedang tersenyum, lho… So, engkau mau apa? Tetap di pembaringan untuk berehat lebih lama, atau memilih bangkit! Ini, terserah padamu. Kalau aku, mau melanjutkan langkah lagi. Hayoo… Ikutan, nggaa?”, penawaran jiwa.

Kemudian, ku melihat kedua pipiku bergerak ke arah luar. Sedangkan bibir mengembangkan senyuman. Yes! 😀 Jum’at adalah hari ini. Ini hari yang aku suka. Suka aku yang hari ini. Lalu, kamipun melangkah bersama.

Ku langkahkan kaki-kaki ini, berteman gemuruh rasa. Menyusuri jalanan yang masih panjang. Ya, jalannya membentang indah, untuk menyambut telapak kita nan ringan saat menjejak, menyentuhnya. Subhanallah, ketika alam-Nya masih ada untuk kita. Lalu, maukah kita memanfaatkan kesempatan ini, wahai teman?

@_Antiknya Jejak-jejak Bidadari Bumi_@

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s