Mungkinkah malam ini akan menjadi Ramadhan pertamaku…


“Mungkinkah malam ini akan menjadi Ramadhan pertamaku pada tahun ini. Sekaligus Ramadhan terakhirku di kota ini?”, bersama renunganku yang panjang di awal malam. Kemudian berlanjut dengan tanya kedua nan menyemai bebas, ai!, “Belumkah engkau sampai di istana hati ini, wahai sahabat?”. Ku merindukan hadirmu. Karena engkau penting, bagiku. Sepenting harapan yang ku pupuk untuk me-Ramadhan-kan detik demi detik waktu kita, bersama. Semoga engkau juga.

Meski hingga saat ini, ia masih ada dalam bayangku. Yes! Bayang yang menuju nyata. Meski belum kini. “Wahai, siapakah engkau yang sedang ku damba, wahai sahabat jiwa?”, tanya ke-tiga pun menyapa.

@_Kita Melangkah bersama Senyuman_@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s