Teman Ingat mentari ku ingat kamu …


Teman…
“Ingat mentari, ku ingat kamu”.
“Ingat padamu, ku ingat Allah”.
“Ingat Allah, ku ingat kematian”.
“Ingat kematian, ku ingat waktuku”.
“Ingat waktu, ku ingat mentari”.

Mentari, ia tidak bersinar selalu di bumi tempat ku berada. Apa sebab? Karena mentari perlu berevolusi. Ya, sebenarnya ia terus beredar, wahai teman. Beredar untuk menerangi seluruh alam. Karena ia taat pada-Nya. Tanpa pernah tak semangat dan tak bergiat, apalagi beralasan, untuk tidak bersinar.

“Miliki Prinsip, lalu tumbuhkan lagi semangat!, yaa…”, begini bunyi titipan pesan yang saya simak dari Ibuknya Shanty, semalam tadi. Yes! Di sela waktu, ketika beliau telepon-teleponan dengan buah hati yang beliau sangat cintai. Lha, iya. Karena saya dan Shanty lagi bersama ketika itu, maka saya pun beliau beri rangkaian nasihat. Salah satunya adalah, seperti yang saya sampaikan tadi. Selain itu, ada lagi. “Tolong bimbing Shanty yaa. Ia gadis polos nan lugu. Yang mudah percaya pada orang lain”. “Iyo Buk, baik. Insya Allah. Yn pun siap memeluk dan merangkul Shanty, dalam merangkai hari. Mohon do’akan kami ya Buk, saat berada di sini dalam kondisi terbaik, dan lebih sering bahagianya”.

@_Teman, saat Ibundamu menjelma Ibundaku, maka mentaripun bersinar malam ini, di dalam hatiku_@

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s