Belia telah berlalu meninggalkan kita Lalu remaja menyapa…


Belia telah berlalu meninggalkan kita. Lalu, remaja menyapa bersama senyumannya. Kemudian dewasapun menjelang pula. Setelah itu, kita pun tua. Oia? 😀 Siapa yang inginkan tua?

Tua, terjadi ketika fisik kita merenta, fikiran, pandangan mata dan pendengaran serta suasana jiwa kita, ia pun berubah. Tidak seperti ketika kita masih belia lagi, kan ya? Nah! Apa yang sedang kita persiapkan dalam menyambutnya, ya?

Seringkali, saya berpetualang ke masa depan. Dalam fikiran saya, masa depan itu adalah masa yang masih dalam bayangan. Artinya, ia belum nyata dan terlaksana. Sehingga kita akan bertanya-tanya tentang wujudnya yang sebenarnya. Ia cerah ceria, cantik dan menarik, bukan ya? Ai! Saya ini telah berpikiran padanya. Bahkan sebelum hari ini hadir. Oia? Iya dong. Bukankah siapa kita di masa depan adalah tergantung pula pada apa yang kita fikirkan tentangnya? Berhusnudzhan pada-Nya, tentang masa depan kita. Pemilik diri kita, it’s ours.
Nah, agar kita dapat berlama-lama dengan masa bahagia, yuuks kita berbahagia sejak saat ini. Lalu, setelah ini kita berbahagia lagi. Caranya? Dengan berfikiran bahagia dari semulanya. Lalu, ia pun menyertai kita dengan senang hati hingga akhir.

@_Akuntansi no. 7_@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s