Menata hati menyapa hari ku terus begini mensuarakan…


Menata hati, menyapa hari ku terus begini. mensuarakan isi hati, memprasastikan keberadaan diri,
mengolah fikir, mencari solusi,
menemukan cara untuk berbagi, memberi lalu memberi,
karena hidupku inginkan berarti,
sampai pada akhirnya ku kembali,
lalu enggaaaaa pulang-pulang lagi.

Ai!
Kata sehatnya adalah menempuhi mati,
tapi ada juga yang bilang, kembali pada Ilahi Rabbi,
nah! Sebelum, sebelum dan sebelum masa itu menjemput diri, baiklah… Kita belajar mengingati. Agar ketika ia benar-benar hadir, kita telah siap untuk menjalani takdir diri bernama “mati”.

Hiiiiyyy . . .
Teringat mati, saya ingat mentari, kemudian ingat pula pada kuburan yang tersinari hangat sinarnya. “My Surya” sahabat berbagiku saat ini, bertema -Engkau Mentari di Hatiku-. Lalu, apa makna? Agar nanti ketika saya tiada lagi, engkau wahai sahabat, mau berelahati mendo’akan saya ini. Ya, saya yang pernah mengenalmu, meskipun engkau belum kenal denganku. But, tak apa-apa. Karena pada suatu hari yang pasti, kita dapat bereuni. Lalu kita saling mensenyumi. Ai! I like your smile, wahai mentari…


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s