Selama ini sangat jarang saya berada di rumah…


Selama ini, sangat jarang saya berada di rumah, ketika sore mensenyuminya. Karena dalam rentang waktu pagi hari hingga malam mulai menaburi alam-Nya, saya sedang beraktivitas. Ya, sebagai salah seorang musafir perjuangan, saya seringkali ada di perjalanan, ketika itu. Sure. Ada saja jalan yang terbentang indah untuk saya tempuhi dalam mengisi hari. Termasuk saat libur dari beraktivitas rutin menyapa. Dapat dipastikan, saya lebih banyak on the way untuk menghabiskan waktu yang ada. Aha! Begitulah, teman.

Dengan melakukan hal yang demikian, saya sedang bergerak. Dan memang begitu yang semestinya, kan ya?

Sesorean di lingkungan rumah, sungguh gempita nuansanya. Semarak dan hidup banget suasananya. Yes! Inilah kawasan wisata kita, para “Baroedak Dodol”. Istilah yang kami (penghuni) lekatkan pada kostan nan cat dindingnya dominan putih ini. Nah! Di istana hati, begini saya menamakan lokasi tempat saya berada kini. Begitu lebih tepatnya, teman…

Semarak? Hidup? Gempita? Kayak ada pesta aja, yaa. Padahal, engga ada acara apa-apa di sini, sekarang. Apalagi para penghuni kostan. Beliau-beliau lagi mengisi waktu di luar rumah. Maklum, kita-kita pada masih muda dan energik adanya. So, tentu saja lagi pada bergiat, dong! Hohoo. Yes, para sahabat umumnya dan kebanyakan, lagi on the way. Sehingga hanya ada beberapa orang saja yang tersisa. Itupun sekitar sepuluh persen saja dari jumlah total baroedak dodol yang ngekost di sini.

Berbeda dengan teman-teman kebanyakan, sore hari ini saya memilih berada di kostan saja. Makanya, saya dapat menikmati kemeriahan yang dari awal tadi telah saya singgung. Ya, seperti ada pesta di sini. Namun yang lagi merayakannya adalah sekawanan burung pipit. Ahay! Sedangkan saya, hanya menikmati perbincangan yang tercipta. Meskipun riuh suara yang terdengar sangat jelas. Namun, saya masih belum mampu mengerti bahasa yang mereka gunakan. Sehingga hanya nada-nada beraturan dan tertata saja yang dapat saya rekam dalam memory ini.

Silih berganti, mereka menyenandungkan syair-syair nan syahdu. Namun tanpa lirik. Hanya pesan dari angin lalu yang meresonansikan suara-suara burung pipit nan riang ceria ke indera pendengaran ini. Sehingga setiap getaran pita suaranya, mampu pula saya tangkap.

@_Ketika Burung Pipit Berkicau_@

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s