Di Dasar Lautan Airmata Rindu Aliran bulir bening…


[Di Dasar Lautan Airmata Rindu]

… Aliran bulir bening kembali menemani diri. Ia menyeberangi sudut mata, hingga jatuh berderai menimpa pipiku. Dalam lautan air mata rindu, aku mengisi waktu. Berteman hamparan luas samuderanya, ku melukis hari-hari.

Yes! Lebih banyak bersama airmata, ku menaburi lahan waktu. Ketika bahagiaku bersamanya, airmata haru namanya. Saat tak bahagiaku menamainya airmata rindu. Ya, aku seringkali menuai kerinduan yang terasa, bersama airmata.

Yah! Bersamanya, ku merangkai hari, lalu mengisinya dengan tetesan-tetesan bening yang berguguran. Deras. Membanjiri wajah ini. Di dalam lautan airmata rindu, ku tenggelam. Lalu terduduk ku di dasarnya, bertemankan mutiara-mutiara nan berkilauan.

Airmata titipan-Nya. Ya, ia adalah titipan yang perlu ku manfaatkan optimal. Sebagai pembasuh jiwa, untuk mensterilkan ketika ia terluka. Hingga akhirnya perih itu berganti kesejukan nan damai. Sebagai penabur kilatan cahaya saat senyuman mengembang lebih indah, agar unik tampilannya.

Memang, tak banyak bahkan tiada yang aku punya. Melainkan hanya titipan saja. Termasuk didalamnya, tetes-tetes airmata dan titik-titik mungil ilmu dan pengalaman. Ia menjadi jalan sebagai penumbuh harapan. Ya, setiap kali hatiku membutuhkan keteduhan di bawah rindangnya beringin ketawakkalan. Selain itu, ada hal penting dalam hidupku, yang menjadi segarkan nafasku lagi. Ya, saat ku terengah-engah karena jauhnya jarak perjalanan. Jarak yang membuatku terseok, kadang. Namun, nafas baruku timbul dan menderas lagi, setiapkali ku merasakan hembusan dan tiupan semilir angin. Ia menjadi jalan yang membawa untaian do’a dari ayah bunda dan keluarga tercinta. Ia menjadi pemompa semangat dalam mengisi sisa usia ini. Kemudian tersenyumku, padamu, temanku yang baik-> … 🙂 …^

***

Setelah aku merasakan tentang liku dalam jalinan persahabatan, kini ku menyadari bahwa memang tidak akan selamanya sahabat di sisi. Ya, karena pada suatu hari ia akan pergi meninggalkan diri. Ia sementara di sini. Ai! Tiba-tiba sahabat pergi ketika ku masih ingin menemaninya dalam mengisi hari. Secepat itukah sahabat menghilang dari kehidupanku? Wahai, betapa teganya seorang sahabat yang membuatku berurai airmata, seperti ini.

***

Hop! sudah. Sudah. Sudahi sedu sedan ini. Cukup. Cukup sampai detik ini. Please. . E . . E . . E . . E . . Enjoyourtime! Saatnya mengusap airmata. Karena kelegaan telah menyapa jiwa. Kesegaran telah melingkupi wajah. Seiring dengan tersunggingnya senyuman di pelataran bibir ini. 🙂 🙂 🙂

Sungguh, ku ingin seringkali bersama sahabat, sampai nanti. Yaa Rabb kami, kekalkan rasa kasih sayang ini di lembaran hati kami. Sampai nanti. i. i. i. i. i. i. Selamanya. a. a. a. a. a. a. Semoga cita kita terus menyatu dalam cinta-Nya.

Akhirnya, di sini ku belajar tentang perhatian.

Perhatian!
Perhatian!
Perhatian!

[-Perhatian pada pendidikan merupakan cita-cita mulia yang patut dihargai-]

Penjiwaan.
Penjiwaan.
Penjiwaan.

Penjiwaan adalah inti dalam sebuah diari hati.


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s