[Perpisahan Akhirnya]


Ya, saat jatuhnya airmata tidak lagi ke pipi, maka tersenyumlah menikmatinya.
Karena masa-masa yang sedang engkau jalani adalah keadaan terdekatmu dengan-Nya.
Kapankah ia terjadi?

Engkau hanya perlu mencoba dan menjalaninya dengan sepenuh hati.
Karena tiada arti segala teori tanpa melakukannya dengan diri sendiri.
Bukankah kita sama-sama memiliki kesempatan dan peluang, wahai teman.
Oleh itu adalah pilihan kita untuk dapat mengalami hal yang demikian pula.

Wahai temanku,
sahabat tersayangku,
betapa ingin kita menemui-Nya dalam waktu yang sungguh istimewa itu.

Wahai temanku,
sahabat yang ku rindu,
tatap syahdu bola matamu mengubah rindu menjadi haru.

Wahai temanku,
sahabat sejatiku,
ketika kebersamaan kita mampu basahi qalbu,
ia menjelma penyejuk dan penenteram,
lalu ia menjadi jalan ‘tuk segarkan ingatanku,
akan arti hadirmu dalam kehidupanku.

‘@-@ [Perpisahan Akhirnya] ‘@-@

🙂 🙂 🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s