Orang yang tidak mau memperbaiki diri adalah yang…


Orang yang tidak mau memperbaiki diri adalah yang sudah merasa dirinya baik. Sehingga masukan sebaik apapun yang datang padanya, niscaya menjadi tidak berarti. Namun, apabila memang ia menyadari kebelumbaikan yang ia punya. Ketika input positif dan bersifat membangun datang menghampirinya, maka ia mau menerima dengan senang hati. “Welcome in my life journey”, begini ia menyambut kedatangan ‘sang input’ seraya tersenyum berbunga-bunga, karena hatinya bahagia. Kalau kita, ada di bagian yang mana yaa?

Apabila kita mengukur tingkat kasih sayang hanya dengan banyak sedikitnya materi. Lalu bagaimana dengan kasih dan sayang yang dipunyai oleh beliau-beliau yang tidak memiliki materi berlimpah, yaa. Bukanlah kemewahan harta benda yang mampu menumbuhkan bahagia dalam jiwa. Namun dengan kebahagiaan jiwalah, kita dapat mencapai kemewahan hidup di dunia ini. Lalu, masihkah kita mengagung-agungkan timbunan harga benda sebagai lambang sentosanya jiwa, wahai teman…

Sungguh, tiada apa-apanya gemerincing emas dan berlian yang menguntai untuk menghiasi raga ini. Apabila sedetik saja kita tidak mempertanyakan, “Buat apa ia ada bersama kita, yaa?”. Hanya kita jadikan sebagai alat pamer kekayaankah? Atau untuk memperagakan pada dunia, bahwa kita ‘orang berada’. Ai! Sungguh miris kedengarannya, ya?!. Aku yakin, engkau tidak begitu, wahai mentariku…

‘@-@ [Putri istana nan menjelma rakyat jelata; ia bersahaja]


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s