Ramadhan sudah berganti Syawal Saat lembaran putih bulan…


[Ramadhan
sudah berganti Syawal]

Saat lembaran putih bulan
Syawal mulai membuka, maka memuailah bening pancaran cahaya terang nan memikat. Bersama wangi
kertasnya yang mulia, yang masih polos untuk saat ini. Ia
hadir untuk
menjadi bagian dari
kehidupan yang akan kita
jalani. Sekaligus menjadi salah satu
jalan yang akan kita tempuhi. Menjadi tempat
yang akan kita singgahi.
Pun menjadi tuan rumah yang
akan kita sapa. Yang akan
menjadi bahan makanan untuk kita nikmati. Yang
akan menjadi minuman
untuk kita teguk. Yang
akan menjadi tikar sebagai alas istirahat saat
lelah menemui. Yang siap menjadi teman sejati selama satu bulan ke depan. Ia siap
menemani kita dalam melanjutkan langkah-langkah ini. Lalu bulan-bulan yang lainpun menyelingi waktu. Sampai nanti Ramadhan menampakkan diri yang suci.

Wahai Ramadhan yang mulia…

engkau telah berangkat dengan tenang,

menampakkan
punggungmu yang meneduhkan hati,
engkau pergi membawa
kedamaian dan ketentraman pada jiwa-jiwa
kami,
kami akan selalu merindukanmu,
kami siap
menyambut hadirmu lagi,

kami
menunggumu,

Wahai
Ramadhan yang penuh berkah…
tidak akan pernah luput dari ingatan kami,
tentang keber
samaan kita,
tidak akan kami siakan kenangan dalam mengisi
kehadiranmu,
rasa lelah
karena menunggumu akan kami alami lagi,
setelah
kepergianmu,

Wahai Ramadhan yang indah,
meski satu tahun lamanya kami menanti,
masa yang ada kan kami isi
dengan senyuman penuh
kebahagiaan,

karena terbayang wangimu itu, walau masih samar untuk dicium,
karena teringat
harum semerbak yang engkau tebarkan bersama segala
pesona yang engkau bawa,
karena senyumanmu ituuu
membuatku terharuuu… bersama bahagiaa
a…

Wahai Ramadhan yang suci… Semoga kita masih diberi
kesempatan untuk bertatapan lagi,
lalu dikaruniai
kemampuan dalam mengisi
hadirmu,
dengan amalan yang
sebaik-baiknya,
kemudian menghiasimu dengan karya nyata yang
selalu abadi,

Besar harapan ini terpatri, agar Allah subhanahu wa ta’ala Mengabulkannya,
Membimbing kita agar mau
bangkit untuk diri dan
umat,
dalam upaya mencapai
Ridha-Nya,
Aamiin ya Rabbal’alamiin…

“Kesalahan yang tidak sengaja atau
tidak disadari tidak
dihitung sebagai dosa di sisi
Allah subhanahu wa Ta’ala.
Sebagaimana sabda
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam: “Sesungguhnya
Allah telah memaafkan
ummatku yang berbuat
salah karena tidak sengaja,
atau karena lupa, atau
karena dipaksa”. (HR Ibnu Majah,1675, Al Baihaqi,
7/356, Ibnu Hazm dalam Al
Muhalla, 4/4, di
shahihkan Al Albani dalam
Shahih Ibni Majah).”

Namun,
kesalahan dan kekhilafan tidak akan pernah terlepas
dari seorang anak Adam
yang sedang menempuh
perjalanan dalam
kehidupan di dunia ini. Oleh
karena itu, senantiasa terbuka gerbang pintu hati
ini, setiap saat, hingga
nanti… untuk ungkapkan
ucapan maaf yang terdalam
atas segala khilaf dan salah
yang pernah ia perbuat. Baik di sengaja ataupun
tidak”.

Setiap kali ia berkata,
“Cintakan kedamaian
tenangkanku,
kebahagiaanku ada pada
ketulusan, ikhlas adalah teman yang akan selalu
berarti bagiku. Sedangkan
kesejukan akan aku
rasakan bersama orang-
orang yang mensucikan
aku. Lalu, indahnya persaudaraan senantiasa
aku nikmati karena
ukhuwah itu abadi sampai
nanti.”

Seputik renungan disetiap
awal malam, semoga
berbuah kemanfaatan.
Setitik khilaf disetiap
detik waktu, semoga
berujung aliran sungai saling memaafkan di antara
kita. Terima kasih, yaa.

‘@-@ …then, meRAMADHANkan hati adalah kita. You and Me. 😀

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s