Teman Kita sudah di mana Ya ketika kita…


Teman… Kita sudah di mana?

Ya, ketika kita mau melanjutkan perjuangan yang berikutnya, maka sekali lagi kita perlu bertanya, “Teman, kita sudah di mana?”

Selain pertanyaan tersebut, kita juga perlu mengevaluasi, tentang pertanyaan yang berikutnya, “Bareng siapa aja?”.

Teman adalah beliau yang ada bersama kita, dalam melanjutkan perjuangan ini. Yes! Siapakah teman-teman yang telah kita pilih untuk membersamai? Ai! Engkau dan aku pasti sudah tahu. Bahwa teman yang kita rengkuh adalah beliau yang terbaik, tentunya.

Wahai teman, ada dan tiadanya ragamu, tidaklah mengapa. Karena engkau akan selalu ada dalam gesitnya pergerakan fikiran dan gejolak jiwa nan mendesir, mengalirkan suaranya. Ya, engkau tak mesti berwujud lalu berdiri di hadapan, kapanpun engkau ku panggil. Bukan. Dan memang bukan hal yang demikian yang mesti terjadi. Namun yang jelas, engkau hadir untuk menjadi jalan cemerlangkan fikir kapanpun ia pinta. Lalu senyuman nan mengembang lebih indah adalah bukti nyata “hatiku sedang berbunga-bunga” setiap kali ingat kamu. Hohoohooo. Karena engkau adalah teman yang ku pilih untuk mengiringi langkah-langkah ini. Ya, sesaat setelah ku jumpaimu. Teman, engkau adalah mentari di hatikuuuu… 🙂

Teman, di hatiku ini, engkau menjelma mentari yang mampu menjadi jalan untuk menerangi ketika ia bermendung kelabu. Lalu ia pun berganti cerah nan menceriakan bumi. Meski terkadang, terikmu menyengat begitu kuat. Namun dari sana tersimpan aura berbeda. Hangatmu tak membakar.

Teman. Setelah ku memilih untuk menjadikan engkau sebagai teman, maka sesungguhnya engkaupun tahu. Ada yang menjejakkan langkah-langkah setelah langkah-langkahmu menciumi tanah perjuangan. Ya, itulah langkah-langkahku. Namun, bila kini ku menyaksikan engkau sedang terlelah bersimbah peluh, lalu terletih karena penat. Ku lihat engkau terduduk dalam gontai kaki nan mulai melemah. Aku tersendu dengan pemandangan ini.

Teman… Sepertinya engkau membutuhkan tambahan energi dari alam-Nya. So, tataplah senyuman mentari bersama kerlingan matanya nan menggoda itu. Ya, aku pun melakukannya, saat ini. Karena mentari adalah engkau. Maka, tersenyumlah lagi.
Lalu kita mengerti tentang pertanyaan tadi, “Kita sudah di mana?”.

‘@-@ Terus Bergerak. Dunia adalah Jalan…


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s