Menyapa keteduhan alam sejenak Dalam waktu sepanjang hari…


-Menyapa keteduhan alam sejenak-

Dalam waktu sepanjang hari ini, langit lebih dominan tertutup awan nan memutih.Lalu lama kelamaan, putih itu berganti dengan kegelapan. Ya, cuaca gelap yang biasa kita panggil dengan mendung ini, berawal dari tertutupnya sinar mentari oleh awan nan memutih tadi. Hal ini terjadi pada pagi hingga sore hari.
*Yaiyaalah, kan mentari adanya pada rentang waktu tersebut. Nah! Gitu kan ya, teman; ya…

Kini, gemuruh mulai menyalurkan suaranya nan menggelegar, menggertak bumi nan sedari tadi begitu asyiiiknya berputar ria. “Aha! Tenang, bum… Gemuruh hanya menyapa. Karena ia telah lama belum lagi menunjukkan dirinya”, ku coba mengungkapkan pesan pada bumi nan tergetar karena kagetnya ia oleh teriakan gemuruh. Memang begitukan ya, teman? Ketika gemuruh hadir, maka bumi tergerak, bergerak, bergetar. Namun hanya dikiiit aja. Adakah engkau pernah mengamati kejadian yang serupa, teman?

Dari balik jendela nan terbuka dan tertutup teralis ini. Di temani oleh gorden nan tersingkap, ku tersenyum menatap sebagian alam-Nya nan indah. Subhanallah, tiada terik mentari di luar sana. Namun, hanya ada teduh nan melingkupi lingkungan tempat saya berada kini.

Wahai mentari.
Saya mengerti, kini engkau masih bersinar. Meski belum di sini lagi. Ya. Boleh. Silakan engkau berehat sejenak untuk menyinari alam yang di sini. Karena yakinku, engkau tetap setia bersinar di alam yang bagian sana. Ya, saya percaya banget tentang hal ini.

Wahai mentari.
Kini, ketika engkau tiada meski hari masih siang sekalipun. Maka saya tidak akan bertanya-tanya tentang, “Engkau ada di mana? Sedang mengapa? Mengapa hilang dan belum bersinar lagi? Ya, tiada saya akan menyangsikan, tentangmu”. Karena yang saya tahu, bahwa mentari masih ada untuk menerangi alam-Nya. Termasuk bersinar untukku juga. Yes!

Wahai mentari.
Meskipun engkau belum ada lagi untuk saat ini. Namun, engkau perlu tahu tentang apa yang ku alami kini. Begini kronologisnya; “… lagi ada Radit di seberang sana. Entah siapa beliau, saya belum tahu. Nah! Semenjak beberapa waktu yang lalu, beliau berulangkali meneleponku. Katanya sih, sedang memanfaatkan pelayanan dari operator telepon yang gratisan dan kebenaran lagi kurang kerjaan juga. Sehingga saya belum juga mampu mendeteksi, untuk keperluan apa beliau menghubungiku. Ai! Please, do’akan saya ya, teman. Agar menjadi lebih peka dengan apapun yang disampaikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui alam-Nya. Termasuk kehadiran Radit tadi, pasti ada hikmahnya, kan ya?.

Nah! Berhubung beliau sudah lebih dari sepuluh kali men-call me. Namun putus lagi dan putus lagi, maka saya memutuskan untuk “Won’t receive his call, again. Maaf yaa Radit. Dan terima kasih yaa. 🙂 “.

Kemudian, saya pun melanjutkan aktivitas merangkai kata di sini. Ya, karena berada di salah satu lembaran ini adalah termasuk kesenangan saya. Berbagi. Begini misi yang melekat dalam maksud kehadiran saya saat ini, teman. So, tentu saja saya sangat menikmatinya. Meskipun dalam rangka berbagi kata, dengan teman-teman sekalian, yang saya kenal baik. Oia, bagi yang belum kenal, seperti halnya Radit tadi, apakah ada pesan sebagai bahan pelajaran tambahan hari ini?

‘@-@ 🙂 ‘@-@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s