Ada lagi Apanya yang ada tanya…


Ada lagi. “Apanya yang ada?”, tanya dia pada dirinya di sana. Sedangkan saya, menjadi pendengar yang baik. Seraya duduk manis, saya menyimak setiap ucapan yang terungkap. “Apanya, yang ada?”. Tanya yang sama kembali terdengar. Kali ini, nadanya lebih kuat dari yang pertama. Setelah itu, tiada suara-suara lagi yang terdengar. Hanya ada hening. Sunyi. Teduh. Cool. Begini saya menyimpulkan suasana yang hadir sampai saat ini. Kemudian, mereka pun sama-sama tersenyum setelah beberapa menit lamanya, mereka saling mengamati. Tepatnya, berpandangan.

“Ai! Sebenarnya apa yang terjadi, ya?”, tanyaku muncul, namun nyangkut di hati doang. Sehingga, tidak ada jawaban yang saya terima atas tanya yang hadir. Lalu, ku lihat mereka saling berangkulan. Suasana syahdu yang segera mengingatkanku pada sebuah kata, “Maaf”.

Ya, dari kata -maaf-, kita dapat menemukan salah satu warna kehidupan. Karena ia adalah warna yang tersirat. Maka maaf dapat kita manfaatkan kapanpun kita mau. Lalu bersamanya, kita kembali melukisi kanvas kehidupan yang belum utuh ini. Untuk menghasilkan sebuah view terindah yang pernah kita bayangkan. Yuuks kita meraih kuas yang telah terlanjur berlumur warna-warni yang menyapa diri.

Advertisements

“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s