Muliakan hari dengan mensyukurinya Karena kita tidak pernah…


Muliakan hari dengan mensyukurinya. Karena kita tidak pernah tahu, apakah hari-hari kita telah bermakna? Lalu, ketika kita merasa ia sudah bermakna, maka kita tentu akan begitu yakinnya mengatakan, “Telah bermakna hariku”. Lalu, kita pun menjadi terpesona dengannya. Sehingga kita kadang terlupa akan makna sebuah kata “Syukur”.
“Wahai teman, sebegitu yakinnyakah kita? Tentang hari-hari kita yang telah bermakna?”
Kemudian, kita terbuai dengannya. Ya, buaian yang membawa kita pada keterlupaan akan makna hidup yang sesungguhnya.
Besar harapan, menjadi pengering tetesan peluh yang terus mengucur…
Tingginya cita, menghampar seluas samudera di lautan yang biru tiada berujung…
Jauhnya arah pandang, menembus langit-langit jiwa yang terus mengobarkan suaranya…
“Kita masih ada untuk menjejakkan setapak kata”, teriaknya membahana hingga ke alam maya…
“Aha! Ada cerita tentang kita. Cerita yang akan terus mengalir, membanjir, menembus dunia yang sesungguhnya. Inikah bukti dari setiap asa yang pernah ada? Ai! Masih saja jiwa bersuara. Untuk tunjukkan siapa ia yang sesungguhnya. Karena ia pernah berkata, meski dalam suara yang tiada terdengar pula. Ya, walaupun gelapnya malam menggulita. Namun ketika jiwa beraikan apa yang ia rasa, maka waktu dan masa bukan lagi kendala. Yes!”.

🙂 🙂 🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s