Jamu itu, Rasanya?


:D 

Jamu oh Jamu. Ketika rasamu tidak menentu. 

😀

Teman, apa yang engkau fikirkan ketika satu kata ‘Jamu’ hampir di dalam sebagian waktumu? Adakah engkau membayangkan setumpuk rempah-rempah seperti kunyit yang warnanya cerah ceria, ataukah daun sirih yang menghijau sedang melambai-lambai tertiup angin?

Teman, berbicara tentang jamu, bukanlah topik yang menarik, memang. Karena menurut saya, memang begitu. Karena jamu membawa rasa yang pahit. So, siapa pula yang ingin bersentuhan dengan kepahitan? Apalagi untuk mengisi waktu meski beberapa menit saja, bersamanya?

Teman, memang tidak banyak dari kita yang menyukai jamu. Namun demikian, jamu tetap ada, kan ya? Ya, karena jamu ada dengan makna. Ia berguna dan berarti. Meskipun ada yang tidak menyukainya. Aha! Lalu, bagaimana dengan kita?

Teman, belajar dari jamu, adalah pilihan yang dapat kita tempuh.  Ya, ketika ada yang belum menyukai kita, karena berbagai alasan yang mereka sampaikan. Lalu, apa yang engkau lakukan dalam menanggapinya? Tetaplah tersenyum. Kemudian, melangkahlah.  Untuk melanjutkan perjalanan dalam kehidupan ini. Melangkahlah teman, untuk menemui bahagia di depan sana. Seraya  menikmati indahnya alam, seraya mengedarkan pandangan ke sekeliling kita. Tersenyumlah lagi, lalu melangkah lagi.

Teman, tiada satu kepahitan sepahit apapun yang kita alami, tanpa hikmah yang ia titipkan pada kita. Pun, tidak ada setetes airmata yang mengalir tanpa pesan yang ia sampaikan pada kita. Ya, ketika engkau merasakan kehidupan ini begitu pahiiiit-nya.  Saat engkau menitikkan airmata untuk memberai rasa ‘seumpama jamu’ yang tadi engkau cicipi. Pahiiiiit. Bahkan tidak menentu.

Teman, selamanyakah engkau akan mereguk jamu pahit kehidupan? Selamanyakah? Saya yakin, tidak. Karena saat ini juga, engkau dapat tersenyum, untuk mengentaskan rasa itu. Yes! Saat ini juga. Tersenyumlah, teman.

Teman, ketika kita berpikir tentang berbagai kondisi yang sedang kita alami. Lalu pernahkah kita menyempatkan waktu. Untuk memikirkan tentang kondisi yang sedang dialami pula, oleh para sahabat kita di luar sana? Sempatkah kita? Renungkanlah…

Teman, sepahit apapun jamu kehidupan yang sedang engkau minum saat ini, nikmatilah. Ya, nikmatilah dengan sepenuh hatimu. Karena boleh jadi, tidak ada lagi segelas pun jamu yang akan engkau terima esok hari.

Teman, bukankah apa yang kita terima saat ini adalah rezeki dari-Nya? So, buat apa menolak rezeki? Nah! Intinya, walau bagaimanapun kondisi yang kita alami saat ini, ia terjadi dengan izin dari-Nya. Lalu, kembalikan segalanya pada Sang Penguasa diri. Niscaya, tenanglah hati dalam menjalani. Innallaaha ma’ana. Begini pesan para ulama, pada kita semua.

Teman, ketika engkau merasakan haus dalam perjalananmu. Maka nikmatilah, apapun jenis minuman yang datang padamu. Karena semua adalah rezeki dari-Nya. Ketika saat ini engkau berkesempatan meminum jamu, maka bersyukurlah. Karena esok, engkau akan menikmati jenis minuman yang lainnya. Tidak mesti jamu lagi, kan ya?. Untuk dapat mensegarkan tenggorokanmu.

Teman, Alhamdulillah, hari ini saya dapat minum jamu yang rasanya,…. ? ? engkau pasti tahu, kalau engkau suka.😉

^_^

‘@-@


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s