Yes, Yes, Yes!


Ya, oleh karena saya menyadari bahwa engkau baik, maka saya mengambilmu menjadi salah seorang teman. Artinya, engkau menjadi penting dalam perjalanan kehidupan ini. Teman, tahukah engkau bawa hal ini terjadi, semenjak pertama kali saya mengenalmu. Tepatnya, semenjak saya mengakui bahwa engkau berharga. Ai! Bahagianya terasa, mempunyai sahabat sepertimu. Sahabat yang saya kenal kebaikannya dari laku dan gerakannya. Sahabat yang saya pahami betul, bagaimana ia membawa diri. Sahabat yang memuat beraneka tema dalam fikir ini. Sahabat yang menjadi jalan saya kembali tersenyum saat ini.

Ya, karena engkau baik. Maka saya mengusahakan untuk mampu memetik buah-buah pesan dari gerak-gerikmu teman. Buah itu bernama hikmah yang berserakan. Hikmah itu meranum dan manis rasanya, ketika kita mencicipinya. Maniiiis.

Ya, untuk itulah sampai saat ini, saya masih memegang teguh pesan demi pesan yang pernah engkau untaikan padaku. Pesan tersebut bagaikan aliran air yang mampu menjadi jalan melepaskan dahaga, ketika terik mentari menyinari bumi dengan semaunya. Teman, selamanya engkau sahabat baik.

Ya, ketika engkau tiada di hadapanpun, namun saya merasa bahwa engkau ada di sini. Karena wajahmu yang penuh dengan senyuman, telah terlanjur menghiasi tatapan mataku ketika itu. Ya, ketika kita mengisi waktu bersama. Demi merangkai banyak cita yang telah tumbuh di dalam hati. Teman, engkau menyejukkan fikirku lagi, setiap kali ia memanas.

Ya, sekilas saya pernah membaca tentang masa lalumu dari sorot matamu yang berbinar lebih sering. Di sana ada goresan luka yang menganga, benar kan teman? Namun demikian, saya yakin dan percaya bahwa engkau mampu mengatasinya. Karena saya tahu siapa engkau saat ini.

Ya, engkau adalah sesosok pribadi yang telah teruji, tangguh, tegar, bernas dan berarti. So, buat apa melarutkan diri, hati dan fikir dalam suasana yang tidak semestinya? Bukankah kita ada hanya saat ini. Enjoyourtime. Yeah! Bersama kita bisa menapak laju arah perjalanan ini. Bersama kita saling menguatkan dalam menempuh hari demi hari. Lalu, mengisi waktu demi waktu yang datang dan kemudian pergi, menjadi lebih baik lagi. Salah satu caranya?

Ya, dengan melakukan yang terbaik sesuai dengan yang kita mau untuk mampu, maka kita bisa. Insya Allah. Tiada yang sia-sia dalam setiap usaha dan upaya yang kita dayakan. Hanya perlu keyakinan bahwa kita bisa dalam bimbingan-Nya. Lalu, adakah lagi yang perlu kita pertanyakan, teman? Tentang segala niat yang telah melekat menjadi butir-butir manfaat? Ia tersirat dan tersurat. Sampai kapanpun kita mengukirnya. Ia akan selalu ada. Meskipun tersirat dan belum sempat kita baca.

Ya, gerakkan saja kaki-kaki kita, ayunkan langkah dengan pasti. Lalu layangkan pandangan ke sekeliling kita untuk beberapa lama. Sebelum akhirnya, kita terbuai oleh lambaian angin nan bertiup menyejukkan. Ai. Dan tersenyumlah, sayang… engkau sahabatku selamanya. Meski nanti kita tiada dapat bersama lagi. Kan ku buktikan bahwa engkau memang sahabat baik, titipan dari-Nya.

Ya, tidak mudah memang. Untuk menemukan seorang sahabat baik. Namun, ketika kita telah menemukannya, lalu menyadari tentang kebaikannya. Maka apa lagi yang kurang, coba..? Lalu, bersenyumanlah kita menikmati indahnya sebuah pertemuan, meski dalam rasa.

Ya, ketika saat ini raga kita berjauhan dalam jarak. Atau apapun lagi namanya, yang menjadi batasan antara kita, ia tidaklah berarti apa-apa. Ketika kita sama-sama percaya bahwa ‘semua ada makna’. Yakinkan hatimu, wahai teman. Bahwa kita adalah sahabat yang telah dipertemukan untuk membuktikan pada alam-Nya. Bahwa kita pun pernah ada. Tak hanya raga, namun jiwa kita menggelora senantiasa dalam meniti jalan menuju ridha-Nya.

Ya, walaupun tidak seringan yang pernah kita bayangkan. Untuk terus mengabadikan sebuah persahabatan. Namun, ketika kita mau belajar untuk menemukan makna. Dan tiada pernah mengalah oleh keadaan. Maka prasasti demi prasasti sedang kita ukir, ternyata. Meski kita sempat tidak menyadarinya, karena kita hanyalah hamba yang seringkali mudah terbuai oleh gentingnya suasana.

Ya, atas nama kebaikanmu teman, kita bersama selamanya. Karena tiada yang dapat memisahkan kita, ketika kita mau menanam benih bahagia. Dan tahukah engkau teman, bahwa sampai saat ini benih-benih tersebut sedang bertumbuh dan menggerakkan dirinya menuju cahaya. Cahaya gemilang masa depan yang telah bersiap-siap untuk kita susul.

Sahabat, tolong jangan bilang engkau sendiri lagi. Kalau engkau tidak mau melihat saya menangis di hadapan jiwamu yang tersenyum.

Ya, … ya … ya …

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s