See You, Ukhti… :)


Berbincang ringan dengan salah seorang sahabat baik pagi ini, by phone. Ya, melalui perantara alat komunikasi seluler, kami kembali merangkai senyuman. Untuk menghangatkan silaturrahim di antara kita. Yes!

***

Tiba-tiba, mata saya menangkap ada kedipan yang berulang-ulang dari arah kiri. Tepatnya, di sisi tempat saya berada kini. Karena di sana, tergeletak begitu saja, sebuah telepon seluler yang baik hati. Ai! Memangnya seluler punya hati yaa…?

Berhubung kondisi sang seluler lagi dalam suasana diam ‘silent’, maka saya tidak dapat mendengarkan bunyi-bunyian apapun dari dirinya. Namun, mata indah ini, hanya menatap kedip-kedip yang menandakan bahwa telah terjadi sesuatu dengan dirinya. Penasaran? Akhirnya, saya mendekati sang seluler  dengan sepenuh hati. Lalu, merengkuhnya dengan lembut. Sekilas, saya menangkap ada serangkaian kode yang muncul pada layarnya. Melanjutkan rasa penasaran, akhirnya saya menekan tombol terima panggilan, “Ada apa di seberang sana, ya?”.

Ada rona bahagia yang dapat saya tangkap dari logat bahasa yang menyapa. Sejenak setelah saya mengumpulkan nada yang disampaikan oleh sumber suara di seberang sana. Cerah suara beliau dengan senyuman yang tertata, Subhanallah… “Teh Noviiiiiiiiiiiii…..? Bagaimana kabarnya hari ini? Pasti lagi berbunga-bunga yaaaa….?“, histeria saya menyambut gemulai sapa beliau yang lembut. 😀 Ya, begitulah saya, yang seringkali terbawa suasana. Ketika ada yang menghampiri dengan suasana bahagia, maka sayapun berubah seketika. Padahal, sebelumnya saya sedang asyik berkutik di depan meja belajar yang menjadi jalan mengkerutnya kening semenjak pagi ini.

Lalu, beliau mengabarkan, bahwa beliau sekarang lagi senaaaaaaang dan bahagiaaaaa. Kemudian, beliaupun berkisah tentang apa yang beliau rasakan dengan senyuman yang tak henti menebar. Saya dapat menangkapnya dari nada suara yang terdengar. Yes! Tidak sampai sepekan lagi, beliau akan menempuh hari bahagia. Menikah. Ai! Saya segera membayangkan, betapa sempurna dan indahnya hari itu. Saya ingin melihat senyuman beliau pada hari-H.

“Iya, Insya Allah, datang Teh….”, jawab saya di sela-sela percakapan kita.

Lalu, rangkaian kata ini pun kuddu berakhir dulu, yaa. Karena saya mau ada perlu. Heheheee….😀 See You.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s