Mengenal Arti Kehidupan


Bersahabat dengan alam
Bersahabat dengan alam

 
Teman, terkadang waktu mengajak kita untuk menjejeri kehadirannya dengan senyuman. Terkadang pula, ia meminta kita untuk menghabiskan masa bersama. Bahkan lebih sering ia mengirimkan pesan lewat bentangan alam nan indah, “Aku ada di sini, untuk menemanimu“.
Teman, waktu adalah bagian dari kehidupan yang sedang kita jalani. Ia ada untuk memamerkan beraneka suguhan alam.  Waktu, ia adalah perantara yang sampaikan Cinta dari-Nya untuk kita.
Teman, waktu adalah kedamaian yang bersemilir lewat tiupan angin pada siang hari.
Teman, waktu adalah kicauan suara burung yang memecah keheningan suasana tempat engkau menghirup segar yang menyisakan kelegaan.
Teman, waktu adalah terpaan sinar mentari pagi yang mengingatkan engkau akan arti kehadirannya.
Teman, waktu adalah engkau yang kembali menebarkan senyuman di alam tempatmu berada kini.
Teman, waktu adalah sebersit cahaya yang membaluri ruang jiwamu nan tertata.
Teman, waktu adalah pertautan rasa yang tercipta antara dua wajah yang bercahaya.

Teman, seringkali kita melangkah dan berdamai dengan keadaan. Lalu, sudah berapa lamakah kita menikmati setiap keadaan yang kita temui?
Teman, memang engkau bukan siapa-siapa…. namun bagiku, engkau begitu berharga.
Teman, tegak dan teguh engkau berdiri lalu melambai-lambai mengikuti arah angin. Engkau begitu anggun dan menyejukkan pandang.
Teman, hijau wujudmu mampu meringankan arah fikir kapanpun ia menatap padamu.
Teman, terus bertumbuh yaa…. bertumbuh…. dan bertumbuh lagi.
Sampai akhirnya nanti, engkau benar-benar cantik dan semakin menarik dengan rerimbun telapak-daunmu.

Teman, senaaaaaang rasanya dapat bersua denganmu dalam masa yang hanya beberapa detik. Namun demikian, abadilah kebersamaan kita yang meski hanya sementara ini. Yes! Engkau selamanya abadi di dalam hati. Karena kita pernah berjumpa, lalu kita menghabiskan waktu bersama-sama pula.

Teman, kelak engkau mengerti… apa arti pertemuan.

Ya, ia mengingatkan kita pada satu kata “harapan”. Harapan yang mengajarkan kita pada gemuruh deru langkah yang terus menapak bumi. Sedangkan jiwa-jiwa kita terus saja mencari tempat yang paling pantas untuknya berdiri. Ya, karena ia adalah jiwa-jiwa yang menghargai. Jiwa-jiwa yang mempunyai kemauan untuk terus memperbaiki diri. Jiwa insan sejati yang merindu Ilahi. Ai! Pernahkah terbayangkan olehmu tentang hal ini?

Teman, kelak engkau menyadari… apa arti kebersamaan.

Ya, ia yang mengajarkan kita akan makna persahabatan. Persahabatan yang membawa kita pada keakraban nan terus menaut, erat, menyatukan hati. Sedangkan fikir ini, ia terus saja melanglangbuana, meninggi… Ya, karena ia adalah buah-buah fikir yang menginginkan keabadian. Fikir yang melompat untuk berucap “Kita bisa!” Fikir yang iringi setiap perjuangannya dengan kalimah-kalimah suci. Ya, Karena ia meyakini akan keberadaan Sang Cinta Sejati. aHa! Sungguh menakjubkan ruang jiwa.

Teman, kelak engkau pun tahu… apa arti perpisahan.

Ya, perpisahan yang menjadi jalan hadirnya kerinduan. Kerinduan yang menumbuhkan rasa tiada menentu. Meskipun ia pernah kelabu, biru, syahdu, pilu, sendu dan haru. Namun, raga tiada mau terbuai selamanya. Ya, karena ia ada untuk menunjukkan bahagia. Bahagia yang memancar dari setiap tatapan mata. Bahagia yang terdengar dari lantunan suara-suara jiwa yang mendamba. Mereka yang mendamba pertemuan, pasti melirik kita dengan pandangan yang entah bagaimana…

Teman . . . Engkau adalah alam yang mengajarkanku arti kehidupan.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s