Berpikirlah, Pikirkanlah…


Ada kesegaran yang menyelimuti sudut istana hati, segera. Keadaan paling menyenangkan yang terjadi sesaat setelah butiran permata kehidupan nan memenuhi selaput tipis ini tidak jadi tumpah. Ya, “Karena menangis tidak menyelesaikan persoalan. Ia hanya dapat menghilangkan rasa yang hadir dan tidak mengenakkan“, begini Mamy pernah berpesan pada suatu hari, padaku. Ya, menangis memang mampu melegakan, namun sejenak saja. Ya, sesaat setelah bulir-bulir permata kehidupan meruah keluar dari bendungannya, matamu akan segar. Lalu, fikirmu pun terang. Sedangkan hatimu yang terhanyut buaiannya karena mengikuti arus masa, akan tersenyum bahagia. Ya, dengan menangis tenangkan ia seketika.

Namun kini, suasana yang sama menemani pula, ketika bulir itu tidak membasahi pipi. Ai! Keadaan yang sama dalam nuansa yang berbeda. So, semuanya tergantung pada pilihan kita. Akankah kita langsung menitikkan airmata ketika gejolak jiwa menderukan rasa yang tiada mampu diuraikan dengan kata-kata. Ataukah kita mau berfikir terlebih dahulu, ‘mainok-inok-an‘ tentang segalanya. Kemudian, kita baru berekspresi. Yes! Hari-hari ini menjadi jalan pendidik kita, agar tiada melakukan hal yang sama lagi, pada masa yang berbeda.

***
Hasilnya, kita menjadi bahagiaaaaa…
😀


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s