Engkau Sangat Berharga, Sayang…


Bahagiamu, senyumanku
Bahagiamu, senyumanku

Yes! Hari ini, engkau begitu anggun, berbaris rapi.😀 Padahal, sebelumnya tidak. Hohooo… Tidaklah mengapa, kalau hari-hari yang telah berlalu engkau begitu. Namun hari ini perlu berbeda, kan, friend? Tenteram dan menyejukkan. Wahai, apa lagi yang kurang, coba.

Oia, bagaimana kalau kita mulai melangkah lagi saat ini, teman?. Ya, kali ini, saya mengajakmu untuk mengunjungi duniaku yang lain. Hingga akhirnya, engkau sempat pula mengedarkan arah pandangmu ke alam maya. Ya… Indah kan yaa?”.

***

Meskipun dalam sehari, hanya beberapa lama saja kita bersama. Tapi tidak mengapa ya. So, untuk lebih sering bersamamu kapanpun saya mau, maka menitipkan wajahmu pada salah satu lembaran maya ini, adalah pilihanku kini. Yoyoooy… Agar engkau pun tahu teman, bahwa dunia ini begitu luasnya. Bahkan lebih luas lagi dari cakrawala pandang mata kita yang hanya mampu menangkap jarak beberapa depa ke hadapan. Ya, apabila kita bandingkan dengan hal yang nyata, maka maya tiada batasnya. Biar engkau juga tahu dan mengerti, bahwa masih banyak lagi teman-temanmu di luar sana, yang sedang bercengkerama ria dalam mengisi masa.

***

Sebelum ini, semenjak beberapa tahun yang lalu, saya sangat senangnya membaca. Sehingga, buku apapun yang ada di hadapan, pasti saya baca. Termasuk membaca bentangan alam yang sangat rupawan. Ya, begitu teman. Karena membaca adalah salah satu aktivitas yang tidak boleh tidak, perlu saya lakukan dalam sehari. Apabila tidak membaca, maka terasa ada yang kurang dalam hari-hari. Sampai saat ini, hal yang sama masih berlangsung. Ketika pada suatu waktu saya sangat disibukkan oleh aktivitas rutin yang perlu untuk dikerjakan, diluar membaca tentunya. Ya, aktivitas yang mengakibatkan saya belum lagi mempunyai kesempatan untuk membaca, maka fikirpun ‘salut‘ seketika. Akibatnya, duniapun menjadi suram, gelap dan gulita. Karena saat itu adalah malam hari dan lagi ada pemadaman listrik.

Membaca, adalah salah satu aktivitas yang dilakukan oleh siapa saja yang ingin mengetahui tentang berbagai hal. Karena dengan membaca, kita dapat menemukan solusi atas berbagai keadaan yang kita temui. Nah! Dengan membaca pula, kita mampu tersenyum dan tersenyum lagi, seperti ini…🙂🙂🙂

Banyak dari kita, yang mengkhususkan waktu untuk melakukan aktivitas yang satu ini dengan senang hati. Ada yang meluangkan sebagian waktu paginya untuk membaca. Pun, ada pula yang menyediakan waktu spesial buat membaca, disela-sela aktivitas. Bahkan tidak jarang kita lihat di berbagai lokasi, banyak orang yang sedang membaca. Apakah di dalam bis kota, ketika lagi berdiri di pinggir jalan saat menunggu jemputan ‘angkot’; atau di toko buku?

Ya, toko buku adalah lokasi yang paling banyak pembacanya. Termasuk saya, yang memanfaatkan toko buku untuk membaca. Ketika ada buku yang menarik dan bagus, maka saya pun memesannya untuk dibawa pulang. Tapi, di toko buku, sangat banyak buku yang bagus dan menarik. Lalu, akankah saya memesan keseluruhannyaaaa…? Tentu saja mungkin kaaannnnnnn. Ya, hal ini mungkin terjadi, kalau saya mau. Tetapi, lebih seringnya siiiiiiiiiiihhhhhh… membaca di tempat. Hahaa..😀 Paling kalau beli buku, kadang-kadang aja. Lha! Katanya saya suka membaca, “Bagaimana siih..?“.

Intinya, saya maunya berdiam lama di toko buku saja aaaaaaaah. Agar dapat membaca buku-buku yang baik hati dan cantik-cantik itu, seeeeeeepuasnya. Yes! Dengan membayangkan hal ini terjadi, maka saya pun menjadi berbunga-bunga. Indahnya bermimpi sebelum tidur. Semoga, ketika nanti saya terbangun lagi, semua menjadi kenyataan. Aamin.

Nah, untuk saat ini, saya sedang berupaya semaksimal yang saya bisa. Ya, agar dapat merasakan bagaimana aura yang terasa saat dikelilingi oleh buku-buku, maka sayapun menyulap salah satu sisi ruang pribadiku menjadi seperti ‘rumah buku’. Dengan menjejerkan buku-buku yang ada. Aslinya sih, mau lebih banyak lagi. Agar semakin banyak teman-teman yang menjagaku. Lalu menjadi penenang, saat saya salut. Sahabat yang seperti ini, ada untuk menjadi jalan hadirnya senyuman kita. Sahabat yang seperti ini, juga mampu menjadi jalan menangisnya kita lebih sering lagi. Hal ini terjadi, ketika kita menemui kenyataan bahwa ia sedang menasihati diri ini. Teman, setelah engkau mengenalkan aku pada duniamu, maka inilah duniaku. Selamat datang, di dunia maya kita.

🙂🙂🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s