Rumahku Surgaku


Bahasa Indonesia: Bagian dalam dari masjid Agu...

Bahasa Indonesia: Bagian dalam dari masjid Agung Garut (Photo credit: Wikipedia)

Aha! Akhirnya, kado yang kemarin masih berupa draft jadi juga. Kini, ia berwajah pinky, teman. Lihatlah… ada kembang nan sedang mekar bersamanya. Di tambah lagi dengan kupu-kupu nan berwarna-warni mengitarinya. So sweet. Sungguh, inilah rumahku surgaku. Hehee. Tepatnya esok hari, ketika mentari belum lagi menunjukkan dirinya nan cemerlang itu, maka saya beserta teman-teman di sini akan membawanya. Ya, kado tersebut adalah hadiah buat salah seorang sahabat kami yang saat ini sedang berbahagia. Hanna. Kami segera datang,….  😀

Masih tentang persahabatan. Iya, sampai pula akhirnya kami pada penghujung bulan dalam tahun ini. Engkau juga begitu, kan teman? Yakinku. Ya, karena kita masih berada dalam alam yang sama, dunia. Ketika saat ini Desember sedang bergerak di dalam hari-hari kami di sini, maka begitu pula dengan engkau kan?

Nah! Desember adalah salah satu bulan yang kami tunggu-tungguh kehadirannya dalam tahun ini. Hal ini berlangsung semenjak kami mengetahui bahwa ada salah seorang dari sahabat kami yang akan melanjutkan langkah bersama beliau di sana, calon imam. Wahai, kebahagiaan kami terus menyeruak dari waktu ke waktu. Seraya membayangkan hari bahagia yang akan hadir tersebut. Tepatnya, esok tanggal empat Desember tahun dua ribu sebelas, Hanna wal Marjan, akan melangsungkan resepsi pernikahan beliau untuk yang pertama kalinya. Kebetulan, beliau berdomisili di Garut, kota penghasil dodol. Garut? Ya, Garut adalah kampung halaman Hanna. Jadi, intinya, kesimpulannya, kami akan berangkat berbarengan menuju kediaman Hanna. Ai! Untuk menyaksikan, seraut wajah ceria nan periang itu di hari nan berkesan ini.

***

Ketika detik demi detik waktu terus berjalan, sebenarnya ia mengajarkan kita arti kehadiran. Saat kita mau memaknai kehadirannya, maka kita dapat mengisinya dengan sebaik-baiknya. Lalu teman, apa yang sedang kita lakukan dalam menyikapi kehadiran waktu yang hanya sedetik ini? Adakah kita memanfaatkannya dengan optimal?

Wahai teman, tidak lama lagi, waktu yang dinanti-nanti akan datang. Lalu, apa yang sedang kita persiapkan dalam menyambut waktu yang akan datang tersebut?  Ya, adakah kita menyadarinya? Menyadari waktu, termasuk menyadari tentang keberadaan kita saat ini, di sini.

***

“Kehadiran cinta akan senantiasa meliputi dan mewarnai segala bentuk kehidupan yang ada.  Ia begitu perkasa dan berkharisma, sehingga mampu mengubah apapun yang mau ia ubah, menciptakan yang baru,  dan menyimpan serta memelihara yang telah ada sebelumnya. Meskipun tidak sedikit pengorbanan yang diminta oleh sang cinta. Namun, bersamanya lega dan beres seketika. Wahai cinta, adalah wujudmu untuk membuktikan bahwa engkau memang ada. Ya. “

***

Bersyukurlah kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang senantiasa memberikan kita kesempatan untuk menjalani skenario-skenarioNYA dalam setiap waktu. Yakinlah, tiada yang sia-sia atas segala ketetapanNYA. So, kemana saja kita selama ini? Kalau belum juga mau untuk mengenalNYA?…

Perjalanan hidup yang kita alami dalam satu hari, sesungguhnya banyak pengalaman dan pelajaran dari sana. Ia membawa perubahan yang membawa kita pada pendewasaan diri. Agar kita semakin mengerti arti hidup ini. Dengan cara memahami apa yang sedang kita lakukan dari waktu ke waktu. Agar semakin bertambah motivasi dalam mengisi hari. Innallaaha ma’ana. ^^~

🙂 🙂 🙂


“Pesan-pesan positif dan konstruktif, sangat berguna demi masa depan kita”

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s